Malas, seringkali menjadi alasan untuk tidak melakukan sesuatu. Lalu mengapa ada orang yang malas dan ada orang yang rajin?
Yang rajin kerap kali adalah mereka yang mengetahui ARTI dari aktivitas yang rajin dilakukannya itu. Tujuan menjadi rajin pada sesuatu sangat jelas, dan manfaat rajin sangat disadari serta sangat ingin dirasakan.
Jadi apabila seseorang rajin menjaga kesehatannya agar tetap di level tertinggi, itu karena ia meyakini sekali manfaat dan arti tubuh yang sehat untuk hidupnya.
Baginya, 'sakitnya' menjaga kesehatan dengan kebiasaan-kebiasaan sehat
(olahraga, nutrisi, dan istirahat teratur) jauh lebih menyenangkan
daripada sakitnya diintai penyakit-penyakit degeneratif. Karena ia tahu,
bahwa 'sakitnya' rajin untuk hidup sehat hanya bersifat sementara,
karena dalam 21 hari setelah ia lakukan terus-menerus, maka kebiasaan
hidup sehat tersebut sudah bukan lagi mejadi sesuatu yang menyakitkan.
Bahkan menjalani kebiasaan hidup sehat adalah aktivitas yang
menyenangkan...hasilnya pun jauh lebih menyenangkan pula!
Sebenarnya, tidak ada kata untuk "rajin mandi" atau "disiplin sikat
gigi". Semuanya adalah kebutuhan yang disadari betul manfaatnya.
Ayo jadikan rajin hidup sehat sebagai "kesadaran", mulai hari ini.
Mumpung masih punya kesehatan cukup untuk bergerak dan memilih makanan
yang lebih sehat!
Accurate Health Center
merupakan pusat pengobatan
akupunktur dan konsultasi psikologi di
kota Medan dapat membantu anda melakukan
konseling psikologi dan pengobatan akupunktur
untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center
tergolong lengkap dari segi
pengobatan tradisional, seperti terapi
tingkah laku, terapi traumalitas, konseling psikologi, konseling anak,
terapi
akupunktur, terapi pijat pengobatan, totok badan
maupun wajah, terapi bekam, fisioterapi,
refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat
tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan
tanpa efek samping.
Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan
Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com
@ ACCURATE HEALTH CENTER (KONSULTASI PSIKOLOGI & AKUPUNKTUR & REFLEKSIOLOGI)
Kamis, 06 September 2012
Rabu, 05 September 2012
Bersyukurlah
Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
...
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
...
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
...
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
...
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is?tri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur.Yang senantiasa b’syukur dengan berkah yang sudah kita miliki”.
“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/is?tri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh.
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa rasa syukur ?
“Semoga kita jd pribadi yang selalu bersyukur.Yang senantiasa b’syukur dengan berkah yang sudah kita miliki”.
“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?
Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit.
Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana.
Bumi ini pun akan tampak buruk.
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil.
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif!
Senin, 03 September 2012
Foto Renungan (Bersyukur)
Bersyukur dan berterima atas pemberian Tuhan
kepada kita, berupa yang kita pakai dan makan.
kepada kita, berupa yang kita pakai dan makan.
Dengan hati bersyukur
Untuk menghargai Tuhan untuk kami dan sesuatu untuk makan Bersyukur dan berterima atas pemberian Tuhan kepada kita, berupa yang kita pakai dan makan
Untuk menghargai Tuhan untuk kami dan sesuatu untuk makan Bersyukur dan berterima atas pemberian Tuhan kepada kita, berupa yang kita pakai dan makan
Label:
Foto Renungan,
Syukur
Pengorbanan Ibu
Setiap hari kita pasti menunjukkan 1 tangan ke hadapan kedua orang tua kita.
kalau tidak diberi
maka mungkin kita akan marah dan menghempaskan barang
bahkan berani memaki orang tua
mengatakan orang jahat dan lain-lainnya
saat orang tua mendengar dirimu berkata seperti itu
hatinya pilu.....
hatinya teriris baak kena pisau...
tapi kamu tidak akan pernah mau tahu...
sebab kamu egois... egois....
dipikiranmu hanya...
papa minta uang dong ?
mama minta uang dong?
tapi pernahkah dirimu bertanya ?
papa mau minum ?
mama sakit ya?
mama capek ya?
papa istirahatlah yang cukup
mama istirahatlah yang cukup...
papa mama aku sayang kalian...
pernah kah????
apakah menunggu mereka mendiami rumah
baru kalian menangis di hadapannya
apakah itu masih berguna ????
kalau tidak diberi
maka mungkin kita akan marah dan menghempaskan barang
bahkan berani memaki orang tua
mengatakan orang jahat dan lain-lainnya
saat orang tua mendengar dirimu berkata seperti itu
hatinya pilu.....
hatinya teriris baak kena pisau...
tapi kamu tidak akan pernah mau tahu...
sebab kamu egois... egois....
dipikiranmu hanya...
papa minta uang dong ?
mama minta uang dong?
tapi pernahkah dirimu bertanya ?
papa mau minum ?
mama sakit ya?
mama capek ya?
papa istirahatlah yang cukup
mama istirahatlah yang cukup...
papa mama aku sayang kalian...
pernah kah????
apakah menunggu mereka mendiami rumah
baru kalian menangis di hadapannya
apakah itu masih berguna ????
Label:
Ibu,
Pengorbanan
Rabu, 29 Agustus 2012
10 Sikap Hidup Berbahagia
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa. depan yang belum tentu terjadi,
kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak perna
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa. depan yang belum tentu terjadi,
kebanyakan hal-hal yang Anda kuatirkan & takutkan tak perna
h terjadi! It's all only in your mind.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
5. Tidurlah Dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat Ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"
8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari orang lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar. Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & sElalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
5. Tidurlah Dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat Ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present"
8. Jadilah Pendengar Yang Baik.
Saat menjadi pendengar, anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari orang lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif & terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.
10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa Anda pada hal-hal besar. Sekecil apapun karunia yang Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & sElalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur.
Accurate Health Center
merupakan pusat pengobatan
akupunktur dan konsultasi psikologi di
kota Medan dapat membantu anda melakukan
konseling psikologi dan pengobatan akupunktur
untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center
tergolong lengkap dari segi
pengobatan tradisional, seperti terapi
tingkah laku, terapi traumalitas, konseling psikologi, konseling anak,
terapi
akupunktur, terapi pijat pengobatan, totok badan
maupun wajah, terapi bekam, fisioterapi,
refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat
tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan
tanpa efek samping.
Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan
Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com
Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan
Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com
Senin, 27 Agustus 2012
Tae-Ho, Bocah Tanpa Lengan yang Berjiwa Besar
Tae-Ho adalah seorang anak lelaki asal Korea Selatan yang
dilahirkan ke dunia ini dengan keadaan khusus: anggota tubuh yang tidak
lengkap. Ia tidak memiliki lengan dan pada bagian kakinya hanya terdapat
empat jari. Tim medis yang menangani proses kelahirannya (tahun 2000),
memprediksi bahwa bocah malang ini tidak memiliki kemungkinan bertahan
hidup hingga 10 tahun.
Seakan-akan ketidakberuntungan yang menimpanya belum cukup, tak lama setelah lahir, Tae-Ho ditinggalkan oleh orangtua kandungnya sendiri karena mereka tidak tahan melihat kondisi anak yang telah dilahirkannya. Maka, Tae-Ho pun dikirim ke panti asuhan di Seung Ga-Won, Korea Selatan oleh Holt (Children Service Incorporated).
Lantas, apa yang terjadi pada Tae-Ho? Ia masih hidup sampai saat ini. Usianya 11 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan. Meskipun memiliki kekurangan, ia tidak mau bergantung pada orang lain dan tidak mudah menyerah. Semua kegiatan ia lakukan sendiri termasuk makan dan mengganti pakaian.
Tae-Ho adalah anak lelaki yang berhati teguh dan berpikiran positif ? Ia selalu menghadapi segala hal dengan senyuman. Ketika ditanya, apakah ia mengalami kesulitan karena keadaan tubuhnya, ia menjawab, "Tidak, saya baik-baik saja!" Bahkan Tae-Ho selalu membantu saudara-saudaranya di panti asuhan. Tae-Ho pun mampu menjalani kegiatan belajar dan bermain di sekolah seperti anak-anak normal lainnya.
Kisah Tae-Ho ini tentunya dapat menginspirasi kita, di balik kekurangannya terdapat jiwa besar yang sangat luar biasa! Melalui Te-Ho pula, kita diingatkan untuk selalu mensyukuri kehidupan (apalagi jika kita memiliki tubuh yang sempurna). Kombinasikan jiwa positif, semangat teguh, dan senyuman, maka kehidupan yang cerah ada di tangan kita semua.
Seakan-akan ketidakberuntungan yang menimpanya belum cukup, tak lama setelah lahir, Tae-Ho ditinggalkan oleh orangtua kandungnya sendiri karena mereka tidak tahan melihat kondisi anak yang telah dilahirkannya. Maka, Tae-Ho pun dikirim ke panti asuhan di Seung Ga-Won, Korea Selatan oleh Holt (Children Service Incorporated).
Lantas, apa yang terjadi pada Tae-Ho? Ia masih hidup sampai saat ini. Usianya 11 tahun dan ia telah tumbuh menjadi anak yang mandiri dan menyenangkan. Meskipun memiliki kekurangan, ia tidak mau bergantung pada orang lain dan tidak mudah menyerah. Semua kegiatan ia lakukan sendiri termasuk makan dan mengganti pakaian.
Tae-Ho adalah anak lelaki yang berhati teguh dan berpikiran positif ? Ia selalu menghadapi segala hal dengan senyuman. Ketika ditanya, apakah ia mengalami kesulitan karena keadaan tubuhnya, ia menjawab, "Tidak, saya baik-baik saja!" Bahkan Tae-Ho selalu membantu saudara-saudaranya di panti asuhan. Tae-Ho pun mampu menjalani kegiatan belajar dan bermain di sekolah seperti anak-anak normal lainnya.
Kisah Tae-Ho ini tentunya dapat menginspirasi kita, di balik kekurangannya terdapat jiwa besar yang sangat luar biasa! Melalui Te-Ho pula, kita diingatkan untuk selalu mensyukuri kehidupan (apalagi jika kita memiliki tubuh yang sempurna). Kombinasikan jiwa positif, semangat teguh, dan senyuman, maka kehidupan yang cerah ada di tangan kita semua.
Label:
Anak Cacat Fisik,
Tae Ho
Lena Maria, Sukses dengan Segala Keterbatasannya
Perempuan bernama lengkap Lena Maria Klingvall ini, mungkin
tidak seberuntung kita. Lena, panggilan akrabnya, lahir di Swedia pada
28 September 1968 tanpa memiliki kedua lengan dan dengan kaki kiri yang
lebih kecil dari ukuran normal. Namun siapa sangka dirinya mampu meraih
lebih banyak prestasi bila dibandingkan dengan kebanyakan orang yang
berfisik normal.
Mengetahui putrinya lahir dengan keadaan cacat secara fisik, orangtuanya tidaklah kecewa dan berputus asa, mereka bahkan yakin bahwa putrinya berhak melakukan apapun! Mereka membesarkannya dengan penuh kebanggaan dan kasih sayang. Hal ini yang menjadikan Lena Maria tumbuh menjadi sosok yang mandiri, penuh keyakinan, dan kepercayaan diri.
Di usianya yang baru 3 tahun, Lena sudah mulai belajar renang dan menjadi perenang yang mewakili negaranya di usia ke-15. Lena berenang di Kejuaraan Dunia pada usia 18 tahun,memecahkan rekor, dan meraih empat medali emas dalam perlombaan gaya kupu-kupu.
Sisi kemandiriannya terus menonjol. Pada 18 tahun juga, Lena belajar mengemudi. Berawal dengan mengemudi dengan kakinya, sampai merancang sendiri mobil sesuai dengan kondisi fisiknya, yaitu dengan sebuah alat pengontrol untuk mengatur fungsi rem dan gas mobilnya. Tidak hanya itu, pekerjaan menulis, merajut, memasak, bahkan melukis seolah tidak menjadi kendala baginya.
Lena terus mengasah diri, salah satunya melalui bidang seni. Lena mendapatkan beasiswa dari pemerintah Swedia untuk melanjutkan pendidikannya di The Royal University College of Music. Bahkan Lena telah membuat beberapa album lagu, juga mengadakan berbagai konser di Moskow, Latvia, Jerman, Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Korea, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Selain berprestasi di bidang tarik suara, Lena juga sangat berbakat dalam melukis. Lena melukis menggunakan mulut dan kakinya. Pada tahun 1996, Lena Maria meluncurkan sebuah buku yang mengisahkan tentang hidupnya, yang berjudul "Foot-Notes" yang saat ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa antara lain bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Thailand, Korea, Mandarin, dan Rusia.
"Saya lebih memilih untuk bersyukur atas apa yang dapat saya lakukan, daripada kecewa atas apa yang tak dapat saya lakukan," demikian kata-kata dari Lena. Sungguh, pemikiran yang sangat inspiratif yang dapat memotivasi diri kita agar tidak mudah menyerah karena keterbatasan yang ada. Pantang bagai kita mengatakan "tidak bisa" dalam segala hal! Selama kita memiliki tekad dan keberanian untuk bertindak, tidak ada kata "tidak bisa" dalam diri kita. Jika Lena Maria bisa, kita pun seharusnya lebih bisa!
Mengetahui putrinya lahir dengan keadaan cacat secara fisik, orangtuanya tidaklah kecewa dan berputus asa, mereka bahkan yakin bahwa putrinya berhak melakukan apapun! Mereka membesarkannya dengan penuh kebanggaan dan kasih sayang. Hal ini yang menjadikan Lena Maria tumbuh menjadi sosok yang mandiri, penuh keyakinan, dan kepercayaan diri.
Di usianya yang baru 3 tahun, Lena sudah mulai belajar renang dan menjadi perenang yang mewakili negaranya di usia ke-15. Lena berenang di Kejuaraan Dunia pada usia 18 tahun,memecahkan rekor, dan meraih empat medali emas dalam perlombaan gaya kupu-kupu.
Sisi kemandiriannya terus menonjol. Pada 18 tahun juga, Lena belajar mengemudi. Berawal dengan mengemudi dengan kakinya, sampai merancang sendiri mobil sesuai dengan kondisi fisiknya, yaitu dengan sebuah alat pengontrol untuk mengatur fungsi rem dan gas mobilnya. Tidak hanya itu, pekerjaan menulis, merajut, memasak, bahkan melukis seolah tidak menjadi kendala baginya.
Lena terus mengasah diri, salah satunya melalui bidang seni. Lena mendapatkan beasiswa dari pemerintah Swedia untuk melanjutkan pendidikannya di The Royal University College of Music. Bahkan Lena telah membuat beberapa album lagu, juga mengadakan berbagai konser di Moskow, Latvia, Jerman, Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Korea, Singapura, Malaysia, dan Taiwan.
Selain berprestasi di bidang tarik suara, Lena juga sangat berbakat dalam melukis. Lena melukis menggunakan mulut dan kakinya. Pada tahun 1996, Lena Maria meluncurkan sebuah buku yang mengisahkan tentang hidupnya, yang berjudul "Foot-Notes" yang saat ini telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa antara lain bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Jepang, Thailand, Korea, Mandarin, dan Rusia.
"Saya lebih memilih untuk bersyukur atas apa yang dapat saya lakukan, daripada kecewa atas apa yang tak dapat saya lakukan," demikian kata-kata dari Lena. Sungguh, pemikiran yang sangat inspiratif yang dapat memotivasi diri kita agar tidak mudah menyerah karena keterbatasan yang ada. Pantang bagai kita mengatakan "tidak bisa" dalam segala hal! Selama kita memiliki tekad dan keberanian untuk bertindak, tidak ada kata "tidak bisa" dalam diri kita. Jika Lena Maria bisa, kita pun seharusnya lebih bisa!
Label:
Cacat Tubuh,
Lena Maria
Sano Ami, Tunadaksa yang Menggenggam Dunia
Kondisi fisik yang tak lengkap ternyata tak mampu memadamkan
semangat hidup seorang Sano Ami, gadis tunadaksa asal Jepang yang
berusia 21 tahun. Meski tanpa tangan dan hanya memiliki satu kaki kiri
dengan tiga jari, Sano Ami mampu memaksimalkan potensinya sebagai
manusia. Ia menjadi bukti nyata betapa seorang manusia, dengan cacat
tubuh sekalipun, dapat meraih segala prestasi jika si individu itu
sendiri rela mengorbankan waktu dan tenaga untuk berjuang keras meraih
kesuksesan itu.
Sano Ami terbukti telah menjadi pemenang bagi dirinya sendiri (dan atas pandangan sebelah mata kebanyakan orang terhadap tunadaksa), sama seperti yang telah dilakukan Nick Vujicic, Lena Maria, dan Hee Ah Lee.
Sewaktu masih duduk di sekolah menengah atas, Sano Ami menjadi salah satu anggota cheerleader (pemandu sorak). Kini, ia bekerja sebagai pembicara motivasi dan asisten di stasiun radio FM setempat serta memberikan kuliah. Pada 2009, Sano menerbitkan sebuah buku memoar berjudul Teashi-no-nai Cheerleader (cheerleader tanpa tangan dan kaki) dan meluncurkan sebuah analogi puisi berjudul Akiramenaide (jangan menyerah) pada 2010.
"Saya ingin mendaki tangga masa dewasa, selangkah demi selangkah," kata Sano sembari tersenyum. Ibu Sano, Hatsumi, menambahkan, "Kami sudah melalui masa-masa sulit, tapi saya percaya semua kesulitan dan pengalaman itu membantu putri saya menjadi seorang berhati mulia. Dua puluh tahun memang terkesan lama sekali, tapi tahun-tahun itu tak terasa bisa berlalu dengan cepat."
Dipenuhi dengan rasa bahagia dan syukur karena tetap bisa hidup, Sano sangat menghargai betapa berharganya segala hal yang bisa dimilikinya dan semua orang di sekitarnya.
Pada tahun 2011 silam, Sano merilis sebuah album dengan video musiknya.
Sano Ami menyanyikan lagu berjudul "Aruki Tsuzukeyou" (tetaplah melangkah). Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa seorang gadis kelahiran Aichi, Jepang, ini mampu menggenggam seluruh dunia, menjalani hidup tanpa berkeluh-kesah atau tanpa bersikap penuh penyesalan atas kondisi tubuhnya yang cacat.
Jika ingin bernyanyi bersama Sano Ami, kita bisa menyanyikannya dengan lirik lagu itu dalam bahasa Inggris berikut ini:
I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug u with my both hands.
It is something so simple action, everyone can do it.
Nothing difficult things, but I cannot do it.
However can I believe that it is sure that those people who struggle n striving would obtain happiness one day.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.
I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug you with my both hands.
Once feel so sad n continue crying with my tears.
So sad about myself who cannot accept as it is.
However can I believe that.
The time will come one day you feel so happy while continue keep smiling.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.
Gratitude gratitude just simply being alive.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking, keep walking, keep walking.
Sano Ami terbukti telah menjadi pemenang bagi dirinya sendiri (dan atas pandangan sebelah mata kebanyakan orang terhadap tunadaksa), sama seperti yang telah dilakukan Nick Vujicic, Lena Maria, dan Hee Ah Lee.
Sewaktu masih duduk di sekolah menengah atas, Sano Ami menjadi salah satu anggota cheerleader (pemandu sorak). Kini, ia bekerja sebagai pembicara motivasi dan asisten di stasiun radio FM setempat serta memberikan kuliah. Pada 2009, Sano menerbitkan sebuah buku memoar berjudul Teashi-no-nai Cheerleader (cheerleader tanpa tangan dan kaki) dan meluncurkan sebuah analogi puisi berjudul Akiramenaide (jangan menyerah) pada 2010.
"Saya ingin mendaki tangga masa dewasa, selangkah demi selangkah," kata Sano sembari tersenyum. Ibu Sano, Hatsumi, menambahkan, "Kami sudah melalui masa-masa sulit, tapi saya percaya semua kesulitan dan pengalaman itu membantu putri saya menjadi seorang berhati mulia. Dua puluh tahun memang terkesan lama sekali, tapi tahun-tahun itu tak terasa bisa berlalu dengan cepat."
Dipenuhi dengan rasa bahagia dan syukur karena tetap bisa hidup, Sano sangat menghargai betapa berharganya segala hal yang bisa dimilikinya dan semua orang di sekitarnya.
Pada tahun 2011 silam, Sano merilis sebuah album dengan video musiknya.
Sano Ami menyanyikan lagu berjudul "Aruki Tsuzukeyou" (tetaplah melangkah). Dalam video tersebut, terlihat jelas betapa seorang gadis kelahiran Aichi, Jepang, ini mampu menggenggam seluruh dunia, menjalani hidup tanpa berkeluh-kesah atau tanpa bersikap penuh penyesalan atas kondisi tubuhnya yang cacat.
Jika ingin bernyanyi bersama Sano Ami, kita bisa menyanyikannya dengan lirik lagu itu dalam bahasa Inggris berikut ini:
I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug u with my both hands.
It is something so simple action, everyone can do it.
Nothing difficult things, but I cannot do it.
However can I believe that it is sure that those people who struggle n striving would obtain happiness one day.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.
I want to walk, I want to run with my two legs.
I want to hold your hand, I want to hug you with my both hands.
Once feel so sad n continue crying with my tears.
So sad about myself who cannot accept as it is.
However can I believe that.
The time will come one day you feel so happy while continue keep smiling.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking.
Gratitude gratitude just simply being alive.
I'm keep walking with my pure mind, keep walking with my soul.
I strive, so you too, do not give it up.
Let's continue, keep walking, keep walking, keep walking.
Label:
Sano Ami,
Tuna Daksa
Kamis, 23 Agustus 2012
Pepatah Bijak China
1. 成人不自在,自在不成人Cheng Ren Bu Zi Zai, Zi Zai Bu Cheng Ren
"Orang sukses tidak santai, orang santai tidak sukses".
Jika ingin menjadi orang sukses maka harus memiliki kemauan dan keuletan, mau bekerja keras, tak menyia-yiakan waktu, bekerja lebih banyak dan lama dari orang lain.
2. 百聞不如一見,百見不如一干
Bai Wen Bu Ru Yi Jian, Bai Jian Bu Ru Yi Gan
"Melihat sekali lebih baik daripada mendengar ratusan kali, mempraktikkan sekali lebih baik daripada meilhat ratusan kali".
Dalam mempelajari sesuatu, akan lebih mudah bagi kita jika langsung mempraktekkannya daripada hanya membaca dan berkutat pada teori saja.
3. 飯來張口,依來伸手
Fan Lai Zhang Kou, Yi Lai Shen Sou
"Kalau mau makan tinggal membuka mulut saja, mau berpakaian tinggal mengulurkan tangan saja".
Pepatah ini menggambarkan orang yang hidupnya serba berkecukupan, semua tersedia. Jika ingin bercukupan, Anda harus memiliki keinginan dan keyakinan yang kuat untuk mencapainya. Manfaatkan seluruh potensi Anda, wujudkan segala usaha dan tindakan guna mencapai puncak kesuksesan.
4. 人死留名, 虎死留皮
Ren Si Liu Ming, Hu Si Liu Pi
"Manusia mati meninggalkan nama, harimau mati meninggalkan kulitnya".
Orang yang suka berbuat kebaikan, beramal, berprestasi tinggi atau berjasa bagi bangsa dan negara akan selalu dikenang selamanya, walau sudah tiada. Ini sudah menjadi hukum manusia di dunia.
5. 少壯不努力, 老大徒傷悲
Shao Zhuang Bu Nu Li, Lao Da Tu Shang Bei
"Saat muda tidak rajin, setelah tua baru menyesal"
Peribahasa ini ditujukan kepada anak muda yang suka bermalas-malasan tidak mau belajar, dan malas bekerja. Orangtua selalu mengatakan bahwa bila tidak rajin semasa muda, ia akan menyesal setelah tua.
Label:
Cina,
Kata Bijak,
Pepatah
Kamis, 16 Agustus 2012
Kurangi Berbohong, Kesehatan Membaik
Berdasarkan sebuah penelitian terbaru, orang-orang yang berusaha
untuk berkata bohong sesedikit mungkin memiliki hubungan sesama manusia
yang lebih baik dan memiliki keluhan penyakit yang lebih sedikit
dibandingkan mereka yang biasa berbohong.
Temuan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Notre Dame, Amerika Serikat, ini diperoleh dengan cara mengumpulkan 110 orang berusia 18 hingga 71 tahun. Kemudian mereka dibagi ke dalam dua kelompok, namun sama-sama diwajibkan datang ke laboratorium setiap minggunya untuk menjalani tes poligraf.
Selama 10 minggu, salah satu kelompok diminta untuk behenti berbohong, baik itu berbohong untuk sesuatu yang besar atau hanya untuk sesuatu hal yang kecil. Beberapa cara agar tidak berbohong diberikan untuk mempermudahnya, salah satunya dengan cara tidak menjawab suatu pertanyaan yang akan mendorong seseorang berbohong.
Sedangkan kelompok pembanding tidak diberikan petunjuk apa pun mengenai kebohongan. Melalui alat pendeteksi kebohongan, mereka hanya diminta untuk memberi laporan secara rutin kepada para peneliti seberapa banyak kebohongan yang dia lakukan selama seminggu.
Selain soal kebohongan, kedua kelompok juga diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai hubungan mereka dengan orang terdekat serta kondisi mental dan fisik mereka setiap minggunya. Misalnya mereka diminta untuk memberikan laporan jika mengalami gangguan tidur atau sakit kepala.
Jika dibandingkan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa warga Amerika rata-rata berbohong sebanyak 10 kali dalam seminggui, ternyata setelah 10 minggu, kedua kelompok sama-sama melakukan jumlah kebohongan yang lebih sedikit. Namun, khusus untuk kelompok yang memang diminta untuk tidak berbohong, jumlah kebohongan yang mereka lakukan jauh lebih sedikit.
Temuan lainnya adalah kedua kelompok menunjukkan adanya hubungan antara semakin sedikitnya jumlah kebohongan dengan membaiknya kesehatan. “Selama 10 minggu penelitian, jika mereka berbohong lebih sedikit, maka laporan tentang keluhan kesehatan mereka juga semakin sedikit,” ujar Anita Kelly, salah satu tim peneliti.
Hubungan ini semakin menguat pada kelompok yang diperintahkan untuk tidak berbohong. Misalnya, jika mereka tidak berbohong sebanyak tiga kali, maka keluhan gangguan kesehatan yang mereka alami akan berkurang sebanyak empat kali. Sedangkan untuk kelompok pembanding, ketika mereka mengurangi tiga kebohongan, maka gangguan kesehatan yang mereka alami hanya berkurang sebanyak dua kali.
Selain itu, para responden yang mengurangi jumlah kebohongan yang mereka lakukan juga melaporkan bahwa kualitas hubungan mereka dengan orang terdekat juga semakin membaik. Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya apabila seseorang mampu menunjukkan sebuah kejujuran maka saat itu pula orang lain akan membangun kepercayaan pada dirinya. “Di saat yang bersamaan kesehatan fisik mereka juga akan meningkat,” ujar Kelly.
Accurate Health Center merupakan pusat pengobatan akupunktur dan konsultasi psikologi di kota Medan dapat membantu anda melakukan konseling psikologi dan pengobatan akupunktur untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center tergolong lengkap dari segi pengobatan tradisional, seperti terapi tingkah laku, terapi traumalitas, konseling psikologi, konseling anak, terapi akupunktur, terapi pijat pengobatan, totok badan maupun wajah, terapi bekam, fisioterapi, refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan tanpa efek samping.
Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan
Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com
Temuan dari penelitian yang dilakukan oleh University of Notre Dame, Amerika Serikat, ini diperoleh dengan cara mengumpulkan 110 orang berusia 18 hingga 71 tahun. Kemudian mereka dibagi ke dalam dua kelompok, namun sama-sama diwajibkan datang ke laboratorium setiap minggunya untuk menjalani tes poligraf.
Selama 10 minggu, salah satu kelompok diminta untuk behenti berbohong, baik itu berbohong untuk sesuatu yang besar atau hanya untuk sesuatu hal yang kecil. Beberapa cara agar tidak berbohong diberikan untuk mempermudahnya, salah satunya dengan cara tidak menjawab suatu pertanyaan yang akan mendorong seseorang berbohong.
Sedangkan kelompok pembanding tidak diberikan petunjuk apa pun mengenai kebohongan. Melalui alat pendeteksi kebohongan, mereka hanya diminta untuk memberi laporan secara rutin kepada para peneliti seberapa banyak kebohongan yang dia lakukan selama seminggu.
Selain soal kebohongan, kedua kelompok juga diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan mengenai hubungan mereka dengan orang terdekat serta kondisi mental dan fisik mereka setiap minggunya. Misalnya mereka diminta untuk memberikan laporan jika mengalami gangguan tidur atau sakit kepala.
Jika dibandingkan dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa warga Amerika rata-rata berbohong sebanyak 10 kali dalam seminggui, ternyata setelah 10 minggu, kedua kelompok sama-sama melakukan jumlah kebohongan yang lebih sedikit. Namun, khusus untuk kelompok yang memang diminta untuk tidak berbohong, jumlah kebohongan yang mereka lakukan jauh lebih sedikit.
Temuan lainnya adalah kedua kelompok menunjukkan adanya hubungan antara semakin sedikitnya jumlah kebohongan dengan membaiknya kesehatan. “Selama 10 minggu penelitian, jika mereka berbohong lebih sedikit, maka laporan tentang keluhan kesehatan mereka juga semakin sedikit,” ujar Anita Kelly, salah satu tim peneliti.
Hubungan ini semakin menguat pada kelompok yang diperintahkan untuk tidak berbohong. Misalnya, jika mereka tidak berbohong sebanyak tiga kali, maka keluhan gangguan kesehatan yang mereka alami akan berkurang sebanyak empat kali. Sedangkan untuk kelompok pembanding, ketika mereka mengurangi tiga kebohongan, maka gangguan kesehatan yang mereka alami hanya berkurang sebanyak dua kali.
Selain itu, para responden yang mengurangi jumlah kebohongan yang mereka lakukan juga melaporkan bahwa kualitas hubungan mereka dengan orang terdekat juga semakin membaik. Hal ini dapat terjadi karena pada dasarnya apabila seseorang mampu menunjukkan sebuah kejujuran maka saat itu pula orang lain akan membangun kepercayaan pada dirinya. “Di saat yang bersamaan kesehatan fisik mereka juga akan meningkat,” ujar Kelly.
Accurate Health Center merupakan pusat pengobatan akupunktur dan konsultasi psikologi di kota Medan dapat membantu anda melakukan konseling psikologi dan pengobatan akupunktur untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan Accurate Health Center tergolong lengkap dari segi pengobatan tradisional, seperti terapi tingkah laku, terapi traumalitas, konseling psikologi, konseling anak, terapi akupunktur, terapi pijat pengobatan, totok badan maupun wajah, terapi bekam, fisioterapi, refleksi terapi dan ramuan-ramuan obat tradisional yang cukup efektif. Alamiah dan tanpa efek samping.
Hipnoterapi untuk penyakit juga tersedia bagi pasien yang membutuhkan.
Hubungi Accurate Health Center Medan untuk penanganannya.
"Accurate" Health Center Medan
Jl. Tilak No. 76 (Simpang Demak)
Telp. (061) 7322480
Medan
Website : Http://www.accuratehealth.blogspot.com
Rabu, 01 Agustus 2012
Kisah Pemulung Selamatkan 30 Bayi Terbuang
Sangat Menyentuh (Kisah Nyata)
"Kisah Pemulung Selamatkan 30 Bayi Terbuang"
Lou Xiaoying kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit akibat penyakit gagal ginjal. Usianya yang sudah 88 tahun membuatnya makin tak berdaya.
Namun di masa senjanya yang sakit-sakitan, Lou yang berprofesi sebagai pemulung itu justru dipuja-puji. Dia dianggap pahlawan, setelah apa yang dilakukannya selama ini terungkap ke publik.
Baru kini terkuak, Lou yang tiap hari berkeliaran mencari sampah telah menyelamatkan dan membesarkan lebih dari 30 bayi terbuang di jalanan Jinhua, di bagian timur Provinsi Zhejiang.
Bayi-bayi malang itu dirawat hingga montok dan menggemaskan. Lou dan suaminya, Li Zin, yang meninggal dunia 17 tahun lalu, hanya mempertahankan empat anak di rumah mereka. Sementara, 26 anak lainnya telah diambil rekan atau keluarga asuh untuk memulai hidup baru.
Bahkan di masa tuanya, Lou tak berhenti memungut bayi terlantar. Yang terakhir adalah Zhang Qilin, bocah berusia 7 tahun yang dia temukan di tempat sampah saat Lou berusia 82 tahun.
"Meskipun saya telah tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi itu dan membiarkannya mati di tempat sampah. Dia tampak begitu manis dan begitu membutuhkan kasih sayang. Saya merasa harus membawanya pulang bersama saya, "kata dia seperti dimuat Daily Mail.
Bayi merah itu dibawa ke rumah sangat sederhana dan kecil di pedesaan untuk dirawat. "Bayi itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang ceria dan sehat."
"Anak-anak saya yang lebih tua semua membantu merawat Zhang Qilin, dia sangat istimewa bagi kami semua. Saya beri dia nama yang berarti 'langka dan berharga'."
Kegiatannya mengasuh anak terlantar dimulai tahun 1972. Saat itu, dia yang sedang memulung menemukan bayi perempuan di atas tumpukan sampah dan terbuang. Jika tak ada yang mengambilnya, niscaya ia akan mati. "Melihatnya tumbuh dan menjadi kuat membuat kami kebahagiaan. Aku memiliki cinta yang nyata dari merawat anak-anak itu."
Kemiskinan dan hidup kekurangan bagi Lou bukan penghalang. "Jika kita punya cukup tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa tidak kita juga mendaur ulang sesuatu yang seberharga nyawa manusia."
"Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka semua adalah nyawa yang berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang tega meninggalkan bayi yang rentan dan tak berdaya di jalanan."
Lou, yang memiliki satu putri biologis, Zhang Caiying (49), bertekad mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi yang ditelantarkan orang tua mereka sendiri, hingga ia tak lagi berdaya.
Menuai pujian
Meski berbuat tanpa pamrih, kebaikan hati Lou kini menyebar di China dari mulut ke mulut, di negara di mana ribuan bayi ditinggalkan di jalanan oleh orangtua yang terjerat kemiskinan.
Seorang pengagumnya mengatakan tindakan Lou telah menampar muka pemerintah, sekolah, dan orang-orang yang sejatinya lebih mampu namun tak mau bertindak. "Ia tak punya uang ataupun kekuatan, tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian."
Di komunitasnya, Lou dianggap pahlawan dan dihormati atas pengorbanannya. "Ia telah melakukan yang terbaik, dia seorang pahlawan. Tapi sayangnya terlalu banyak bayi yang terlantar di China yang tak punya harapan untuk selamat."
Misalnya, minggu lalu, ada berita seorang bayi beruntung yang masih bertahan hidup setelah digorok tenggorokannya, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan dibuang di tempat sampah di Kota Anshan, di timur laut Provinsi Liaoning.
Bayi itu lahir prematur. Usianya mungkin antara 32 dan 34 minggu. Beratnya hanya 1,4 kg. Paramedis mengatakan jika luka di tenggorokannya satu milimeter lebih dalam, niscaya ia akan mati.
Bayi perempuan itu diduga menjadi korban kebijakan satu anak di China yang diterapkan sejak tahun 1978. Orang tua yang hanya punya kesempatan memiliki satu anak, lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan.
"Kisah Pemulung Selamatkan 30 Bayi Terbuang"
Lou Xiaoying kini hanya bisa terbaring lemah di rumah sakit akibat penyakit gagal ginjal. Usianya yang sudah 88 tahun membuatnya makin tak berdaya.
Namun di masa senjanya yang sakit-sakitan, Lou yang berprofesi sebagai pemulung itu justru dipuja-puji. Dia dianggap pahlawan, setelah apa yang dilakukannya selama ini terungkap ke publik.
Baru kini terkuak, Lou yang tiap hari berkeliaran mencari sampah telah menyelamatkan dan membesarkan lebih dari 30 bayi terbuang di jalanan Jinhua, di bagian timur Provinsi Zhejiang.
Bayi-bayi malang itu dirawat hingga montok dan menggemaskan. Lou dan suaminya, Li Zin, yang meninggal dunia 17 tahun lalu, hanya mempertahankan empat anak di rumah mereka. Sementara, 26 anak lainnya telah diambil rekan atau keluarga asuh untuk memulai hidup baru.
Bahkan di masa tuanya, Lou tak berhenti memungut bayi terlantar. Yang terakhir adalah Zhang Qilin, bocah berusia 7 tahun yang dia temukan di tempat sampah saat Lou berusia 82 tahun.
"Meskipun saya telah tua, saya tidak bisa mengabaikan bayi itu dan membiarkannya mati di tempat sampah. Dia tampak begitu manis dan begitu membutuhkan kasih sayang. Saya merasa harus membawanya pulang bersama saya, "kata dia seperti dimuat Daily Mail.
Bayi merah itu dibawa ke rumah sangat sederhana dan kecil di pedesaan untuk dirawat. "Bayi itu kini tumbuh menjadi seorang anak yang ceria dan sehat."
"Anak-anak saya yang lebih tua semua membantu merawat Zhang Qilin, dia sangat istimewa bagi kami semua. Saya beri dia nama yang berarti 'langka dan berharga'."
Kegiatannya mengasuh anak terlantar dimulai tahun 1972. Saat itu, dia yang sedang memulung menemukan bayi perempuan di atas tumpukan sampah dan terbuang. Jika tak ada yang mengambilnya, niscaya ia akan mati. "Melihatnya tumbuh dan menjadi kuat membuat kami kebahagiaan. Aku memiliki cinta yang nyata dari merawat anak-anak itu."
Kemiskinan dan hidup kekurangan bagi Lou bukan penghalang. "Jika kita punya cukup tenaga untuk mengumpulkan sampah, mengapa tidak kita juga mendaur ulang sesuatu yang seberharga nyawa manusia."
"Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian. Mereka semua adalah nyawa yang berharga. Saya tidak mengerti bagaimana orang tega meninggalkan bayi yang rentan dan tak berdaya di jalanan."
Lou, yang memiliki satu putri biologis, Zhang Caiying (49), bertekad mengabdikan hidupnya untuk merawat bayi-bayi yang ditelantarkan orang tua mereka sendiri, hingga ia tak lagi berdaya.
Menuai pujian
Meski berbuat tanpa pamrih, kebaikan hati Lou kini menyebar di China dari mulut ke mulut, di negara di mana ribuan bayi ditinggalkan di jalanan oleh orangtua yang terjerat kemiskinan.
Seorang pengagumnya mengatakan tindakan Lou telah menampar muka pemerintah, sekolah, dan orang-orang yang sejatinya lebih mampu namun tak mau bertindak. "Ia tak punya uang ataupun kekuatan, tapi ia menyelamatkan anak-anak dari kematian."
Di komunitasnya, Lou dianggap pahlawan dan dihormati atas pengorbanannya. "Ia telah melakukan yang terbaik, dia seorang pahlawan. Tapi sayangnya terlalu banyak bayi yang terlantar di China yang tak punya harapan untuk selamat."
Misalnya, minggu lalu, ada berita seorang bayi beruntung yang masih bertahan hidup setelah digorok tenggorokannya, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik, dan dibuang di tempat sampah di Kota Anshan, di timur laut Provinsi Liaoning.
Bayi itu lahir prematur. Usianya mungkin antara 32 dan 34 minggu. Beratnya hanya 1,4 kg. Paramedis mengatakan jika luka di tenggorokannya satu milimeter lebih dalam, niscaya ia akan mati.
Bayi perempuan itu diduga menjadi korban kebijakan satu anak di China yang diterapkan sejak tahun 1978. Orang tua yang hanya punya kesempatan memiliki satu anak, lebih memilih anak laki-laki ketimbang perempuan.
Label:
Bayi,
Kisah Nyata,
Pemulung,
Selamatkan
Selasa, 31 Juli 2012
Jumat, 27 Juli 2012
Sehat Bugar Puasa Lancar
Sudah saatnya berpuasa lagi untuk semua saudara pemeluk
Islam. Bulan suci ini kerap dijadikan alasan untuk tidak melakukan
banyak hal. Seminar? Tidak bisa! Karena puasa. Pelatihan/outing kantor? Tidak bisa! Karena puasa. Tetap olahraga? Tidak bisa! Karena puasa.
Mari kita renungkan sebentar... Mengapa bulan suci Ramadhan ini malah dijadikan alasan untuk tidak berkarya/mengurangi karya? Mengapa kemudian setelah dijalankan, bulan suci ini juga yang 'disalahkan' sebagai biang keladi berbagai kondisi tubuh yang menurun? Bukankah bulan suci ini justru mengingatkan kita kepada konsep "mengalahkan diri sendiri, menegarkan tekad moral yang baik sehingga tidak ada godaan yang bisa menggoyahkan"?
Untuk saudara saya yang bertekad untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai bulan penuh karya dan peningkatan kualitas diri: saya telah menyediakan artikel bugar untuk bekal menjalankan bulan penuh rahmat ini agar lebih lancar dan sukses.
- Berbuka: Buah (kunyah, bukan jus)
Hindari konsumsi air gula / minuman yang bergula (terutama minuman dalam kemasan). Karena tidak mengandung nilai gizi, dan akan melonjakkan gula darah dalam waktu singkat. Apabila tidak ada potongan buah, minuman elektrolit bisa menjadi alternatif yang baik.
- Meal Berbuka: 1/2 piring sayur, 1/4 piring lauk-pauk, 1/4 piring nasi merah / ubi merah
Hindari nasi putih, dan penyajian makanan yang digoreng. Hal ini selain melonjakkan lebih jauh gula darah dalam tubuh, juga menambah kalori yang berpotensi membuat tubuh menjadi menumpuk lemak. Ada baiknya juga pada meal ini mengkonsumsi multivitamin dan omega-3.
- Sebelum/sesudah Shalat Tarawih:
Berolahraga beban 30 menit. Intensitas dan beban bisa disesuaikan dengan kesediaan tenaga yang ada. Forsir sedikit tidak masalah. Tetap lakukan 3-4x per minggu.
- Meal Sahur: 1/3 piring sayur, 1/3 piring lauk-pauk, 1/3 piring nasi merah / ubi merah.
Hindari makanan yang digoreng, ditambah MSG, atau dengan garam berlebih. Mereka memang meningkatkan cita rasa makanan sehingga merangsang kita makan banyak untuk 'bekal' energi sepanjang hari saat puasa. Tetapi mereka menimbulkan rasa haus yang datang lebih awal. Bisa juga mengkonsumsi suplemen multivitamin dan omega-3 di meal sahur ini.
Catatan khusus: untuk minum sepanjang saat berbuka hingga sahur berakhir, sebaiknya minum air putih saja. Hindari minuman berkafein di bulan ini. Konsumsi minuman berkafein saat berbuka akan berdampak pada sulit tidur /rendahnya kualitas tidur...sehingga waktu pagi menjadi mengantuk. Konsumsi minuman berkafein saat sahur akan berdampak pada buang-air kecil yang sering, sehingga berpotensi dehidrasi (keram) dan memicu haus.
Ingatlah bahwa Ramadhan adalah bulan suci, ada baiknya tidak kita nodai dengan menumpuk alasan untuk menghentikan kebiasaan baik & membiarkan ego menaklukkan kita. Walau sukses tidak makan dan minum, sahkah puasa kita apabila kita menumpuk alasan untuk menghentikan kebiasaan baik yang sudah dipupuk selama ini?
"Sesuatu hanya menjadi godaan, apabila kita menyikapinya demikian. Semuanya kembali kepada bagaimana masing-masing dari kita berpikir."
Semoga dengan menjalankan tips ini, kita semua bisa SEHAT BUGAR PUASA LANCAR.
Mari kita renungkan sebentar... Mengapa bulan suci Ramadhan ini malah dijadikan alasan untuk tidak berkarya/mengurangi karya? Mengapa kemudian setelah dijalankan, bulan suci ini juga yang 'disalahkan' sebagai biang keladi berbagai kondisi tubuh yang menurun? Bukankah bulan suci ini justru mengingatkan kita kepada konsep "mengalahkan diri sendiri, menegarkan tekad moral yang baik sehingga tidak ada godaan yang bisa menggoyahkan"?
Untuk saudara saya yang bertekad untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai bulan penuh karya dan peningkatan kualitas diri: saya telah menyediakan artikel bugar untuk bekal menjalankan bulan penuh rahmat ini agar lebih lancar dan sukses.
- Berbuka: Buah (kunyah, bukan jus)
Hindari konsumsi air gula / minuman yang bergula (terutama minuman dalam kemasan). Karena tidak mengandung nilai gizi, dan akan melonjakkan gula darah dalam waktu singkat. Apabila tidak ada potongan buah, minuman elektrolit bisa menjadi alternatif yang baik.
- Meal Berbuka: 1/2 piring sayur, 1/4 piring lauk-pauk, 1/4 piring nasi merah / ubi merah
Hindari nasi putih, dan penyajian makanan yang digoreng. Hal ini selain melonjakkan lebih jauh gula darah dalam tubuh, juga menambah kalori yang berpotensi membuat tubuh menjadi menumpuk lemak. Ada baiknya juga pada meal ini mengkonsumsi multivitamin dan omega-3.
- Sebelum/sesudah Shalat Tarawih:
Berolahraga beban 30 menit. Intensitas dan beban bisa disesuaikan dengan kesediaan tenaga yang ada. Forsir sedikit tidak masalah. Tetap lakukan 3-4x per minggu.
- Meal Sahur: 1/3 piring sayur, 1/3 piring lauk-pauk, 1/3 piring nasi merah / ubi merah.
Hindari makanan yang digoreng, ditambah MSG, atau dengan garam berlebih. Mereka memang meningkatkan cita rasa makanan sehingga merangsang kita makan banyak untuk 'bekal' energi sepanjang hari saat puasa. Tetapi mereka menimbulkan rasa haus yang datang lebih awal. Bisa juga mengkonsumsi suplemen multivitamin dan omega-3 di meal sahur ini.
Catatan khusus: untuk minum sepanjang saat berbuka hingga sahur berakhir, sebaiknya minum air putih saja. Hindari minuman berkafein di bulan ini. Konsumsi minuman berkafein saat berbuka akan berdampak pada sulit tidur /rendahnya kualitas tidur...sehingga waktu pagi menjadi mengantuk. Konsumsi minuman berkafein saat sahur akan berdampak pada buang-air kecil yang sering, sehingga berpotensi dehidrasi (keram) dan memicu haus.
Ingatlah bahwa Ramadhan adalah bulan suci, ada baiknya tidak kita nodai dengan menumpuk alasan untuk menghentikan kebiasaan baik & membiarkan ego menaklukkan kita. Walau sukses tidak makan dan minum, sahkah puasa kita apabila kita menumpuk alasan untuk menghentikan kebiasaan baik yang sudah dipupuk selama ini?
"Sesuatu hanya menjadi godaan, apabila kita menyikapinya demikian. Semuanya kembali kepada bagaimana masing-masing dari kita berpikir."
Semoga dengan menjalankan tips ini, kita semua bisa SEHAT BUGAR PUASA LANCAR.
Kamis, 26 Juli 2012
Noda Hitam di Atas Kertas Putih
Di sebuah desa, tinggallah sebuah keluarga bersama anak tunggal
mereka. Karena dimanjakan sebagai anak semata wayang, si anak menjadi
suka bersikap ‘semau gue'. Anak ini sangat pandai mencari-cari dan
menunjukkan kesalahan orang lain, entah kepada kawan bahkan kepada
orangtuanya sendiri. Bahkan, ia suka mempermalukan orang yang berbuat
salah walaupun tanpa sengaja.
Suatu hari, karena kurang hati-hati, anak tersebut terjatuh! Segera dia berteriak ke ayahnya, "Aduh, Ayah sih meletakkan ember di sembarang tempat. Aku jadi terjatuh.. Sakit, nih!"
Ayahnya menolong sambil berkata, "Bukan salah ayah atau embernya. Ember itu setiap hari berada di tempatnya, tetapi kamu yang tidak berhati-hati berjalan sehingga terpeleset dan jatuh. Kalau jalan, ya hati-hati dong."
Sambil bersungut-sungut, si anak pergi begitu saja.
Pada waktu lain, si anak berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. "Wah, madu lebah itu pasti enak dan menyehatkan badan. Aku akan usir lebah-lebah itu dan mengambil madunya," pikirnya. Kemudian, ia mengambil sebatang ranting bambu dan mulai menyodok sarang lebah dengan keras.
Ratusan lebah yang merasa terusik, berbalik menyerang si anak. Melihat binatang kecil yang begitu banyak beterbangan ke arahnya, segera dia berlari terbirit-birit. Lebah-lebah yang marah pun mengejar dan mulai menyengat!
"Aduh..., tolong....tolong...!!" teriaknya panik.
Ketika tiba di tepi sungai, anak itu segera menceburkan diri ke sana. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan buruannya yang basah dan kesakitan.
Di kejauhan, terlihat sang ayah bergegas berlari mendatangi anaknya. Begitu sampai di tepi sungai, ia segera mengulurkan tangan untuk menolong buah hatinya. Namun, si anak dengan muka kesal dan nada marah berkata keras ke ayahnya,
"Mengapa Ayah tidak segera menolongku? Lihat nih, bajuku basah kuyup kedinginan. Terus, badanku sakit terkena sengatan lebah! Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku sehingga aku tidak perlu mengalami hal seperti ini. Semua ini salah Ayah!" Kemudian, dengan kasar, ia menampik tangan ayahnya yang terulur. Sang ayah terdiam terkejut dan menghela napas. Lalu, mereka pun pulang ke rumah bersama sambil berdiam diri.
Malam harinya, menjelang tidur, sang ayah menghampiri anaknya sambil membawa selembar kertas putih, "Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?"
Setelah memperhatikan sejenak si anak menjawab, "Ini hanya kertas putih biasa, tidak ada gambarnya. Kenapa ayah menanyakannya?"
Tanpa menjawab, sang ayah menggunakan sebuah pulpen tinta dan membuat sebuah titik hitam di kertas putih itu.
"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?"
"Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!" Si anak langsung menjawab.
"Anakku, mengapa engkau hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Ketahuilah anakku, kertas ini sama seperti cara pandang kamu: betapa mudahnya kamu melihat kesalahan ayah maupun kesalahan orang lain, padahal masih begitu banyak hal-hal baik yang telah ayah lakukan kepadamu."
Ilustrasi cerita di atas sungguh mengandung kebijakan, seperti pepatah yang mengatakan "Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan kelihatan."
Bagi saya, seandainya kita bisa melihat setiap masalah yang timbul dari sudut kelemahan kita dahulu, bukan dari kesalahan orang lain, maka akan muncul sikap positif. Nah, sikap positif ini akan memudahkan kita memecahkan setiap problem yang muncul, sekaligus akan mengembangkan kekayaan mental kita untuk menuju kehidupan sukses yang lebih bernilai. Setuju kan?
Suatu hari, karena kurang hati-hati, anak tersebut terjatuh! Segera dia berteriak ke ayahnya, "Aduh, Ayah sih meletakkan ember di sembarang tempat. Aku jadi terjatuh.. Sakit, nih!"
Ayahnya menolong sambil berkata, "Bukan salah ayah atau embernya. Ember itu setiap hari berada di tempatnya, tetapi kamu yang tidak berhati-hati berjalan sehingga terpeleset dan jatuh. Kalau jalan, ya hati-hati dong."
Sambil bersungut-sungut, si anak pergi begitu saja.
Pada waktu lain, si anak berjalan-jalan di pinggir hutan. Matanya tertuju pada sekelompok lebah yang mengerumuni sarangnya. "Wah, madu lebah itu pasti enak dan menyehatkan badan. Aku akan usir lebah-lebah itu dan mengambil madunya," pikirnya. Kemudian, ia mengambil sebatang ranting bambu dan mulai menyodok sarang lebah dengan keras.
Ratusan lebah yang merasa terusik, berbalik menyerang si anak. Melihat binatang kecil yang begitu banyak beterbangan ke arahnya, segera dia berlari terbirit-birit. Lebah-lebah yang marah pun mengejar dan mulai menyengat!
"Aduh..., tolong....tolong...!!" teriaknya panik.
Ketika tiba di tepi sungai, anak itu segera menceburkan diri ke sana. Tak lama kemudian, lebah-lebah itu pergi meninggalkan buruannya yang basah dan kesakitan.
Di kejauhan, terlihat sang ayah bergegas berlari mendatangi anaknya. Begitu sampai di tepi sungai, ia segera mengulurkan tangan untuk menolong buah hatinya. Namun, si anak dengan muka kesal dan nada marah berkata keras ke ayahnya,
"Mengapa Ayah tidak segera menolongku? Lihat nih, bajuku basah kuyup kedinginan. Terus, badanku sakit terkena sengatan lebah! Jika Ayah sayang padaku, pasti sudah berusaha menyelamatkanku sehingga aku tidak perlu mengalami hal seperti ini. Semua ini salah Ayah!" Kemudian, dengan kasar, ia menampik tangan ayahnya yang terulur. Sang ayah terdiam terkejut dan menghela napas. Lalu, mereka pun pulang ke rumah bersama sambil berdiam diri.
Malam harinya, menjelang tidur, sang ayah menghampiri anaknya sambil membawa selembar kertas putih, "Anakku, apa yang kamu lihat dari kertas ini?"
Setelah memperhatikan sejenak si anak menjawab, "Ini hanya kertas putih biasa, tidak ada gambarnya. Kenapa ayah menanyakannya?"
Tanpa menjawab, sang ayah menggunakan sebuah pulpen tinta dan membuat sebuah titik hitam di kertas putih itu.
"Apa yang kamu lihat dari kertas putih ini?"
"Ada gambar titik hitam di kertas putih itu!" Si anak langsung menjawab.
"Anakku, mengapa engkau hanya melihat satu titik hitam pada kertas putih ini? Padahal sebagian besar kertas ini berwarna putih. Ketahuilah anakku, kertas ini sama seperti cara pandang kamu: betapa mudahnya kamu melihat kesalahan ayah maupun kesalahan orang lain, padahal masih begitu banyak hal-hal baik yang telah ayah lakukan kepadamu."
Ilustrasi cerita di atas sungguh mengandung kebijakan, seperti pepatah yang mengatakan "Gajah di pelupuk mata tidak tampak, semut di seberang lautan kelihatan."
Bagi saya, seandainya kita bisa melihat setiap masalah yang timbul dari sudut kelemahan kita dahulu, bukan dari kesalahan orang lain, maka akan muncul sikap positif. Nah, sikap positif ini akan memudahkan kita memecahkan setiap problem yang muncul, sekaligus akan mengembangkan kekayaan mental kita untuk menuju kehidupan sukses yang lebih bernilai. Setuju kan?
Senin, 09 Juli 2012
Menimba Satu Ilmu Hidup dari Kisah Regina
Siapa yang tak kenal dengan Regina, Sang Jawara Baru
Indonesian Idol tahun ini. Sudah banyak juga yang mengulas kisah hidup
Regina yang ternyata begitu berat dan mengharukan.
Apa yang tertulis di bawah ini mungkin juga sudah tersebar di banyak website, tapi tidak ada salahnya jika tulisan ini kembali diangkat untuk makin mengingatkan kita betapa sebuah kesuksesan itu memang butuh perjuangan habis-habisan. Dan perjalanan Regina ini menjadi salah satu pembuktiannya!
Sejak kecil Regina sudah menjalani sebuah perjuangan hidup. Dia bersama keluarganya pernah mengalami kecelakaan. Ayahnya tidak terselamatkan, sementara Regina sendiri, ibu dan adiknya selamat. Regina mengalami patah kaki sampai harus operasi sebanyak dua kali.
Di waktu berikutnya, ibunya pernah mengalami penipuan investasi hingga harus menggadaikan rumahnya demi bisa menutupi kerugian. Setelah rumah terjual, keluarga Regina membeli rumah kecil yang sekarang menjadi tempat tinggalnya bersama ibu dan dua orang adiknya.
Karena berkekurangan, keluarga Regina mendapat bantuan warga untuk merenovasi rumah kecilnya. Dan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Regina sejak kelas 1 SMU menyanyi di kafe. Kehidupan sehari-hari juga mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.
Ajang Indonesian Idol yang diikuti Regina tahun ini dan akhirnya melahirkannya menjadi jawara baru, adalah usaha yang ke-7 kalinya menembus saringan ketat salah satu acara lomba menyanyi terbesar di Indonesia. Ya, sebelumnya Regina sudah gagal mengikuti Indonesia Idol sampai 6 kali. Tapi di upayanya yang ke-7 kalinya, ia akhirnya berhasil! Terbukti Regina pantang menyerah dan rela terus berjuang, dan hasilnya pun tak sia-sia.
Banyak orang hanya MAU menjadi sukses, namun tidak mau membayar "harga" untuk sebuah kesuksesan dengan ACTION, perjuangan nyata tanpa kenal kata menyerah.
Dalam usahanya meraih hidup yang lebih baik, Regina diuji kesabarannya dan ditempa mentalnya. Dan segala sesuatunya indah pada waktunya. Keberhasilan Regina di Indonesian Idol, mungkin adalah "jawaban" Yang Maha Kuasa atas kesabaran dan perjuangannya, terlebih atas doa-doanya.
Kemenangan adalah milik orang-orang yang berdoa dan berjuang! Mari teman-teman, kita bisa meneladani langkah Regina yang tidak kenal lelah mengarungi perjalanannya yang penuh liku dengan terus berjuang dan berdoa.
Apa yang tertulis di bawah ini mungkin juga sudah tersebar di banyak website, tapi tidak ada salahnya jika tulisan ini kembali diangkat untuk makin mengingatkan kita betapa sebuah kesuksesan itu memang butuh perjuangan habis-habisan. Dan perjalanan Regina ini menjadi salah satu pembuktiannya!
Sejak kecil Regina sudah menjalani sebuah perjuangan hidup. Dia bersama keluarganya pernah mengalami kecelakaan. Ayahnya tidak terselamatkan, sementara Regina sendiri, ibu dan adiknya selamat. Regina mengalami patah kaki sampai harus operasi sebanyak dua kali.
Di waktu berikutnya, ibunya pernah mengalami penipuan investasi hingga harus menggadaikan rumahnya demi bisa menutupi kerugian. Setelah rumah terjual, keluarga Regina membeli rumah kecil yang sekarang menjadi tempat tinggalnya bersama ibu dan dua orang adiknya.
Karena berkekurangan, keluarga Regina mendapat bantuan warga untuk merenovasi rumah kecilnya. Dan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Regina sejak kelas 1 SMU menyanyi di kafe. Kehidupan sehari-hari juga mengandalkan bantuan dari berbagai pihak.
Ajang Indonesian Idol yang diikuti Regina tahun ini dan akhirnya melahirkannya menjadi jawara baru, adalah usaha yang ke-7 kalinya menembus saringan ketat salah satu acara lomba menyanyi terbesar di Indonesia. Ya, sebelumnya Regina sudah gagal mengikuti Indonesia Idol sampai 6 kali. Tapi di upayanya yang ke-7 kalinya, ia akhirnya berhasil! Terbukti Regina pantang menyerah dan rela terus berjuang, dan hasilnya pun tak sia-sia.
Banyak orang hanya MAU menjadi sukses, namun tidak mau membayar "harga" untuk sebuah kesuksesan dengan ACTION, perjuangan nyata tanpa kenal kata menyerah.
Dalam usahanya meraih hidup yang lebih baik, Regina diuji kesabarannya dan ditempa mentalnya. Dan segala sesuatunya indah pada waktunya. Keberhasilan Regina di Indonesian Idol, mungkin adalah "jawaban" Yang Maha Kuasa atas kesabaran dan perjuangannya, terlebih atas doa-doanya.
Kemenangan adalah milik orang-orang yang berdoa dan berjuang! Mari teman-teman, kita bisa meneladani langkah Regina yang tidak kenal lelah mengarungi perjalanannya yang penuh liku dengan terus berjuang dan berdoa.
Label:
Indonesian Idol,
Kesuksesan,
Regina
Kamis, 05 Juli 2012
Kisah Nyata Inspiratif : Ibuku
Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang
memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia,
tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Memasuki usia baya, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah.
Saat itu setiap bulannya murid - murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Ia kemudian berkata kepada ibunya :
"Ibu, saya mau berhenti sekolah dan membantu ibu bekerja disawah".
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata :
"Kamu memiliki niat seperti itu Ibu sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau Ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya ibu yang akan bawa ke sana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, Ibundanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh Ibundanya.
Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh. Tak berapa lama, dengan terpincang - pincang dan nafas tergesa - gesa Ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, di sini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali - kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk ke dalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata:
"Masih dengan beras yang sama".
Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata :
"Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".
Sang ibu sedikit takut dan berkata :
"Ibu pengawas, beras di rumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana?
Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata :
"Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam - macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa - apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata - kata kasar dan berkata:
"Kamu sebagai ibu kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata:
"Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa - apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk di atas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata:
"Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberitahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya. Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan - pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata:
"Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."
Sang ibu buru - buru menolak dan berkata:
"Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam - diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi dengan nilai 627 point.
Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk di atas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata :
"Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilahkan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke belakang dan melihat gurunya menuntun Ibunya berjalan ke atas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan Ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat ibunya dan berkata:
"Oh Ibu.."
Pesan Cerita :
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak.
Hati mulia seorang ibu demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses di masa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada Ibu kita di manapun ibu kita berada dengan satu kalimat: " Terima Kasih Ibu, Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu... selamanya".
Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.
Memasuki usia baya, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja di sawah.
Saat itu setiap bulannya murid - murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa ke kantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibunya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.
Ia kemudian berkata kepada ibunya :
"Ibu, saya mau berhenti sekolah dan membantu ibu bekerja disawah".
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata :
"Kamu memiliki niat seperti itu Ibu sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau Ibu sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan ke sekolah nanti berasnya ibu yang akan bawa ke sana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan ke sekolah, Ibundanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh Ibundanya.
Sang anak akhirnya pergi juga ke sekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh. Tak berapa lama, dengan terpincang - pincang dan nafas tergesa - gesa Ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.
Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : " Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, di sini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali - kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.
Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk ke dalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata:
"Masih dengan beras yang sama".
Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata :
"Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya".
Sang ibu sedikit takut dan berkata :
"Ibu pengawas, beras di rumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana?
Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata :
"Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam - macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa - apa lagi.
Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali ke sekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata - kata kasar dan berkata:
"Kamu sebagai ibu kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata:
"Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa - apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk di atas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.
Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata:
"Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."
Selama ini dia tidak memberitahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya. Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi ke kampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan - pelan kembali ke kampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan ke sekolah.
Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata:
"Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."
Sang ibu buru - buru menolak dan berkata:
"Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam - diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi dengan nilai 627 point.
Di hari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk di atas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.
Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju ke depan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata :
"Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilahkan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.
Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat ke belakang dan melihat gurunya menuntun Ibunya berjalan ke atas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan Ibu yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat ibunya dan berkata:
"Oh Ibu.."
Pesan Cerita :
Pepatah mengatakan: "Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" Inilah kasih seorang ibu yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak.
Hati mulia seorang ibu demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses di masa depannya. Mulai sekarang, katakanlah kepada Ibu kita di manapun ibu kita berada dengan satu kalimat: " Terima Kasih Ibu, Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu... selamanya".
Label:
Ibu,
Kisah Inspiratif,
Kisah Nyata
Toleransi Agama
Seseorang seharusnya tidak hanya menghormati agamanya sendiri dan menyalahkan agama-agama orang lain, melainkan ia harus menghormati agama-agama orang lain karena berbagai alasan.
Dengan berlaku demikian, seseorang telah membantu perkembangan agamanya sendiri dan juga memberikan pelayanan
kepada agama-agama orang lain. Bila bertindak sebaliknya, ia menggali lubang kubur bagi agamanya sendiri dan juga membahayakan agama-agama lainnya.
Siapa saja yang menghormati agamanya sendiri dan menyalahkan agama-agama lainnya, itu dilakukan karena bakti terhadap agamanya sendiri, dengan berpikir bahwa "Aku akan memuliakan agamaku sendiri".
Akan tetapi sebaliknya, dengan berbuat demikian ia semakin dalam melukai agamanya sendiri. Karenanya kerukunan adalah baik: Mari kita semua mendengarkan, dan dengan ikhlas mendengarkan ajaran-ajaran yang dianut orang lain.
Label:
Raja Asoka,
Toleransi Agama
KISAH SEGELAS SUSU (Kisah Nyata)
KISAH SEGELAS SUSU (Kisah Nyata)
Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.
Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.
“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.
“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.
Belasan tahun berlalu…
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.
Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.
Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersbt. Dia langsung mengenali wanita itu.
Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…
“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)
Begitulah …
Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.
Ada seorang anak lelaki miskin yang kelaparan dan tak punya uang. Dia nekad mengetuk pintu sebuah rumah untuk minta makanan. Namun keberaniannya lenyap saat pintu dibuka oleh seorg gadis muda. Dia urung minta makanan, dan hanya minta segelas air.
Tapi sang gadis tahu, anak ini pasti lapar. Maka, ia membawakan segelas besar susu. “Berapa harga segelas susu ini?” tanya anak lelaki itu.
“Ibu mengajarkan kepada saya, jangan minta bayaran atas perbuatan baik kami,” jawab si gadis.
“Aku berterima kasih dari hati yang paling dalam… ” balas anak lelaki setelah menenggak habis susu tersebut.
Belasan tahun berlalu…
Gadis itu tumbuh menjadi wanita dewasa, tapi didiagnosa punya sakit kronis. Dokter di kota kecilnya angkat tangan. Gadis malang itu pun dibawa ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis.
Dokter Howard Kelly dipanggil untuk memeriksa. Saat mendengar nama kota asal wanita itu, terbersit pancaran aneh di mata sang dokter.
Bergegas ia turun dari kantornya menuju kamar wanita tersbt. Dia langsung mengenali wanita itu.
Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya wanita itu berhasil disembuhkan. Wanita itu pun menerima amplop tagihan Rumah Sakit. Wajahnya pucat ketakutan, karena dia tak akan mampu bayar, meski dicicil seumur hidup sekalipun. Dengan tangan gemetar, ia membuka amplop itu, dan menemukan catatan di pojok atas tagihan…
“Telah dibayar lunas dengan segelas susu …” Tertanda, dr. Howard Kelly.
(dr. Howard Kelly adalah anak kelaparan yang pernah ditolong wanita tersebut. Cerita disadur dr buku pengalaman dr. Howard dalam perjalanannya melalui Northern Pennsylvania, AS)
Begitulah …
Jangan ragu berbuat baik dan jangan mengharap balasan. Pada akhirnya, buah perbuatan akan selalu mengikuti kita.
Label:
Kisah Nyata
Orang Baik bagaikan pohon
Pohon memberi naungan bagi yang lain..
Sementara Ia sendiri ditimpa matahari..
Buah yang dihasilkan diperuntukan bagi yang lain..
Demikianlah orang baik adalah bagaikan pohon..
Sementara Ia sendiri ditimpa matahari..
Buah yang dihasilkan diperuntukan bagi yang lain..
Demikianlah orang baik adalah bagaikan pohon..
Label:
Orang baik,
Pohon
Foto Renungan (Cacat Tubuh)
Like and share if you're touched..
May all beings be happy
May all beings be happy
Seperti dan berbagi jika Anda menyentuh.
Mungkin semua makhluk bahagia
Mungkin semua makhluk bahagia
Label:
Foto Renungan,
Terharu
Foto Renungan (Anak SD)
Ur have the power can you do this?
Ur very education can you share this?
Ur pray all day n week but can u do like him
Just say.
Apakah kita mampu melakukan ini walaupun kita mampu?
Semoga semua makhluk berbahagia.
Ur very education can you share this?
Ur pray all day n week but can u do like him
Just say.
Apakah kita mampu melakukan ini walaupun kita mampu?
Semoga semua makhluk berbahagia.
Label:
Anak SD,
Foto Renungan
Pengorbanan Luar Biasa Seorang Austria untuk Jerman
Dari arena Olimpiade banyak kisah inspiratif yang menyentuh. Dan
dari arena Olimpiade Beijing 2008, muncullah kisah Matthias Steiner,
atlet angkat berat yang memutuskan pindah kewarganegaraan demi sang
istri.
Steiner lahir di Wina, Austria, 25 Agustus 1982, dari orangtua penggiat olahraga. Ia mulai menekuni olahraga angkat berat pada tahun 1995 saat usianya 13 tahun. Namun kecintaannya pada olahraga ini mendadak hancur ketika ia merayakan ulang tahunnya yang ke-18. Saat itu tiba-tiba ia sering dilanda rasa haus yang mendera. Napsu makan hilang dan dalam tempo tiga bulan bobot tubuhnya turun 5 kg. Ia kemudian memeriksakan diri ke dokter. Dan analisa dokter mengagetkannya karena ia dinyatakan terkena diabetes.
Meski kaget dengan penyakitnya, ia memutuskan untuk tetap berlatih angkat berat. Tahun 2004 ia bisa mewakili negaranya Austria ikut Olimpiade Athena. Namun ia hanya mampu menduduki urutan ke-7 sehingga gagal mempersembahkan medali.
Setelah Olimpiade Athena, ia menikahi perempuan Jerman, Susann, yang adalah penggemarnya. Namun setelah itu ia mengalami pergolakan hubungan dengan staf pelatih angkat berat Austria. Entah bagaimana kejadiannya. Yang jelas Steiner begitu terpukul. Sampai-sampai ia memutuskan untuk tidak memperkuat tim angkat berat negaranya, Austria. Ia lalu mengajukan diri menjadi warga negara Jerman mengikuti istrinya.
Ternyata niat itu tak mudah. Pengajuannya pindah kewarganegaraan tak gampang dipenuhi. Permohonan itu pun terkatung-katung. Namun tekad Steiner sudah bulat. Ia memimpikan, sebelum tahun 2008 di mana pelaksanaan Olimpiade Beijing dilakukan, ia harus sudah mendapat kewarganegaraan Jerman. Susann tentu saja mendukungnya.
Hanya saja Susann mengalami kecelakaan lalu-lintas tahun 2007 yang membuatnya koma. Saat di rumah sakit menunggu istrinya dengan penuh kesedihan, Steiner berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk meloloskan cita-citanya berlaga di Olimpiade Beijing sebagai hadiah untuk sang istri. Bahkan ia ingin mempersembahkan emas. Sayangnya tak lama kemudian Susann justru meninggal.
Awal tahun 2008 permohonannya untuk menjadi warga negera Jerman diterima. Ia pun bisa berkompetisi di kejuaraan dunia mewakili Jerman. Bahkan pada 23 Januari ia lolos mewakili negara barunya untuk berlaga di Olimpiade Beijing. Hingga kemudian, Agustus 2008, sampailah ia ke babak final angkat berat kelas 105 kg Olimpiade Beijing. Di kelas ini ia bersaing dengan Evgeny Chigishev (Rusia) serta juara Eropa dan dunia Viktors Scerbatihs (Latvia).
Pada angkatan snatch, Steiner mampu mengangkat beban 203 kg. Namun itu hanya menempatkannya di posisi keempat. Ia mencoba menambah beban sebanyak 7 kg tapi gagal. Lebih buruknya, ia juga hampir gagal melewati lawan-lawannya saat berkompetisi di clean and jerk. Di percobaan kedua ia mampu mengangkat 248 kg. Namun itu tak cukup menjadi juara karena Chigishev mampu mengangkat hingga 250 kg. Total angkatan Chigishev 460 sedangkan ia 451. Satu-satunya peluang agar ia juara adalah ia harus menambah beban 10 kg hingga 258 kg. Belum pernah ia mengangkat beban seberat itu. Tetapi itulah harapan terakhirnya. "Saya sudah merasa kalah, tetapi mendiang istri saya jadi dorongan terbesar saya," katanya.
Ia maju. Ia pegang beban itu. Mengusapnya. Lalu, hup, ia mengangkatnya. Ia jongkok sebentar menahan beban sebelum dengan cepat berdiri. Beban masih ada di bahunya, tinggal mengangkatnya. Semua penonton terpaku. Ia berhenti beberapa saat menyiapkan tenaga. Setelah itu ia mengangkat beban 258 kg dan berhasil menahannya di udara. Penonton bersorak. Steiner membanting beban itu dan segera melepas emosinya yang dahsyat sambil menangis. Steiner pun meraih emas.
Saat pengalungan medali, ia mencium foto mendiang istrinya. Ternyata dengan harapan yang begitu tinggi, dorongan ambisi untuk membuktikan diri, dan hasrat mempersembahkan yang terbaik atas pengorbanan istrinya hingga ia meninggal, telah mendorong Steiner melakukan angkatan yang tak pernah dilakukannya sebelumnya. Ia meraih medali emas dengan total angkatan 461 kg. Luar biasa!
Steiner lahir di Wina, Austria, 25 Agustus 1982, dari orangtua penggiat olahraga. Ia mulai menekuni olahraga angkat berat pada tahun 1995 saat usianya 13 tahun. Namun kecintaannya pada olahraga ini mendadak hancur ketika ia merayakan ulang tahunnya yang ke-18. Saat itu tiba-tiba ia sering dilanda rasa haus yang mendera. Napsu makan hilang dan dalam tempo tiga bulan bobot tubuhnya turun 5 kg. Ia kemudian memeriksakan diri ke dokter. Dan analisa dokter mengagetkannya karena ia dinyatakan terkena diabetes.
Meski kaget dengan penyakitnya, ia memutuskan untuk tetap berlatih angkat berat. Tahun 2004 ia bisa mewakili negaranya Austria ikut Olimpiade Athena. Namun ia hanya mampu menduduki urutan ke-7 sehingga gagal mempersembahkan medali.
Setelah Olimpiade Athena, ia menikahi perempuan Jerman, Susann, yang adalah penggemarnya. Namun setelah itu ia mengalami pergolakan hubungan dengan staf pelatih angkat berat Austria. Entah bagaimana kejadiannya. Yang jelas Steiner begitu terpukul. Sampai-sampai ia memutuskan untuk tidak memperkuat tim angkat berat negaranya, Austria. Ia lalu mengajukan diri menjadi warga negara Jerman mengikuti istrinya.
Ternyata niat itu tak mudah. Pengajuannya pindah kewarganegaraan tak gampang dipenuhi. Permohonan itu pun terkatung-katung. Namun tekad Steiner sudah bulat. Ia memimpikan, sebelum tahun 2008 di mana pelaksanaan Olimpiade Beijing dilakukan, ia harus sudah mendapat kewarganegaraan Jerman. Susann tentu saja mendukungnya.
Hanya saja Susann mengalami kecelakaan lalu-lintas tahun 2007 yang membuatnya koma. Saat di rumah sakit menunggu istrinya dengan penuh kesedihan, Steiner berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk meloloskan cita-citanya berlaga di Olimpiade Beijing sebagai hadiah untuk sang istri. Bahkan ia ingin mempersembahkan emas. Sayangnya tak lama kemudian Susann justru meninggal.
Awal tahun 2008 permohonannya untuk menjadi warga negera Jerman diterima. Ia pun bisa berkompetisi di kejuaraan dunia mewakili Jerman. Bahkan pada 23 Januari ia lolos mewakili negara barunya untuk berlaga di Olimpiade Beijing. Hingga kemudian, Agustus 2008, sampailah ia ke babak final angkat berat kelas 105 kg Olimpiade Beijing. Di kelas ini ia bersaing dengan Evgeny Chigishev (Rusia) serta juara Eropa dan dunia Viktors Scerbatihs (Latvia).
Pada angkatan snatch, Steiner mampu mengangkat beban 203 kg. Namun itu hanya menempatkannya di posisi keempat. Ia mencoba menambah beban sebanyak 7 kg tapi gagal. Lebih buruknya, ia juga hampir gagal melewati lawan-lawannya saat berkompetisi di clean and jerk. Di percobaan kedua ia mampu mengangkat 248 kg. Namun itu tak cukup menjadi juara karena Chigishev mampu mengangkat hingga 250 kg. Total angkatan Chigishev 460 sedangkan ia 451. Satu-satunya peluang agar ia juara adalah ia harus menambah beban 10 kg hingga 258 kg. Belum pernah ia mengangkat beban seberat itu. Tetapi itulah harapan terakhirnya. "Saya sudah merasa kalah, tetapi mendiang istri saya jadi dorongan terbesar saya," katanya.
Ia maju. Ia pegang beban itu. Mengusapnya. Lalu, hup, ia mengangkatnya. Ia jongkok sebentar menahan beban sebelum dengan cepat berdiri. Beban masih ada di bahunya, tinggal mengangkatnya. Semua penonton terpaku. Ia berhenti beberapa saat menyiapkan tenaga. Setelah itu ia mengangkat beban 258 kg dan berhasil menahannya di udara. Penonton bersorak. Steiner membanting beban itu dan segera melepas emosinya yang dahsyat sambil menangis. Steiner pun meraih emas.
Saat pengalungan medali, ia mencium foto mendiang istrinya. Ternyata dengan harapan yang begitu tinggi, dorongan ambisi untuk membuktikan diri, dan hasrat mempersembahkan yang terbaik atas pengorbanan istrinya hingga ia meninggal, telah mendorong Steiner melakukan angkatan yang tak pernah dilakukannya sebelumnya. Ia meraih medali emas dengan total angkatan 461 kg. Luar biasa!
Label:
Istri,
Negara,
Pengorbanan
Rabu, 04 Juli 2012
Anak Jalanan yang Jadi Penulis Terkenal
Hari ini pantas mengenal seorang penulis cukup populer di
Kanada, Evelyn Lau. Penulis keturunan China-Kanada ini sudah meraih
banyak penghargaan. Ia memiliki kisah hidup yang menarik.
Hari ini ia tepat berusia 41 tahun. Lau yang lahir di Vancouver, Kanada, pada 2 Juli 1971, sudah menulis puisi sejak usia 12 tahun. Bahkan ia menjadi pemenang penulis esei yang diselenggarakan harian di Kanada, Vancouver Sun pada saat usianya 13 tahun. Bersama 11 orang pemenang lainnya ia berkesempatan bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II.
Meski berbakat menjadi penulis, kedua orangtuanya berambisi mendorongnya menjadi dokter. Ambisi itu malah menjadi tekanan berat bagi Lau. Karena itu, pada saat ia berusia 14 tahun Lau memilih minggat dari rumah. Ia menggelandang, tidur dari halte bis ke halte bis lainnya. Kadang di rumah temannya hingga terlibat prostitusi. Namun ambisinya menjadi penulis tetap terjaga.
Selama menggelandang dua tahun itu ia selalu menulis buku hariannya. Buku harian itulah yang kemudian jadi buku pertamanya yang diterbitkan tahun 1989 dengan judul Runaway: Diary of a Street Kid. Buku ini mendapat banyak kritik dan sukses secara komersial serta menjadi buku best seller di Kanada. Hal ini mendorong namanya menjadi begitu dikenal. Buku tersebut kemudian diangkat ke film pada tahun 1993 dengan judul The Diary of Evelyn Lau.
Lau sendiri menulis sejumlah karya baik puisi, novel maupun buku lainnya. Karyanya yang dimuat sejumlah majalah melahirkan sejumlah award. Ia juga mendapat penghargaan dari Air Canada Award, the Vantage Women of Originality Award, the ACWW Community Builders Award, dan the Mayor's Arts Award for Literary Arts.
Tahun 1992 puisinya meraih penghargaan Best American Poetry. Ia juga meraih Best Canadian Poetry tahun 2009, 2010, dan 2011. Novelnya berjudul Other Women yang terbit tahun 2001 sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.
Hari ini ia tepat berusia 41 tahun. Lau yang lahir di Vancouver, Kanada, pada 2 Juli 1971, sudah menulis puisi sejak usia 12 tahun. Bahkan ia menjadi pemenang penulis esei yang diselenggarakan harian di Kanada, Vancouver Sun pada saat usianya 13 tahun. Bersama 11 orang pemenang lainnya ia berkesempatan bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II.
Meski berbakat menjadi penulis, kedua orangtuanya berambisi mendorongnya menjadi dokter. Ambisi itu malah menjadi tekanan berat bagi Lau. Karena itu, pada saat ia berusia 14 tahun Lau memilih minggat dari rumah. Ia menggelandang, tidur dari halte bis ke halte bis lainnya. Kadang di rumah temannya hingga terlibat prostitusi. Namun ambisinya menjadi penulis tetap terjaga.
Selama menggelandang dua tahun itu ia selalu menulis buku hariannya. Buku harian itulah yang kemudian jadi buku pertamanya yang diterbitkan tahun 1989 dengan judul Runaway: Diary of a Street Kid. Buku ini mendapat banyak kritik dan sukses secara komersial serta menjadi buku best seller di Kanada. Hal ini mendorong namanya menjadi begitu dikenal. Buku tersebut kemudian diangkat ke film pada tahun 1993 dengan judul The Diary of Evelyn Lau.
Lau sendiri menulis sejumlah karya baik puisi, novel maupun buku lainnya. Karyanya yang dimuat sejumlah majalah melahirkan sejumlah award. Ia juga mendapat penghargaan dari Air Canada Award, the Vantage Women of Originality Award, the ACWW Community Builders Award, dan the Mayor's Arts Award for Literary Arts.
Tahun 1992 puisinya meraih penghargaan Best American Poetry. Ia juga meraih Best Canadian Poetry tahun 2009, 2010, dan 2011. Novelnya berjudul Other Women yang terbit tahun 2001 sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.
Label:
Anak Jalanan,
Evelyn Lau,
Penulis Terkenal,
Sukses
Letakkan Semua Telur dalam Satu Keranjang
Andrew Carnegie pernah dinobatkan sebagai salah satu orang
terkaya di dunia dan seorang industrialis sejati. Padahal ia bukanlah
anak sekolahan dan bukan keturunan orang kaya. Ia mendapatkan
pendidikannya bukan dari sekolah melainkan dari bekerja.
Carnegie adalah imigran Skotlandia yang datang ke AS ketika usianya 13 tahun. Setelah tiba di AS ia bekerja di sebuah pabrik pembuatan benang di Pennsylvania. Tahun berikutnya ia pindah kerja sebagai pengantar telegram. Namun karena ingin meraih masa depan lebih baik ia pindah posisi menjadi operator telegram. Di sana ia banyak belajar. Tak lama ia pindah ke perusahaan kereta api di Pennsylvania dan menjadi asisten seorang top eksekutifnya bernama Thomas Scott. Dari Scott inilah ia belajar industri kereta api dan sekaligus belajar bisnis. Tiga tahun kemudian ia dipromosikan menjadi pengawas perjalanan kereta.
Sambil bekerja ia mencoba investasi. Scottlah yang mengajarkannya. Carnegie menanamkan modal US$500 di perusahaan ekspedisi yang di antaranya melayani pengantaran telegram. Setelah itu ia investasi juga di beberapa perusahaan lain meski dengan jumlah saham kecil seperti di perusahaan mobil dan bahkan kereta api. Lama-lama investasinya terus meningkat. Sampai pada tahun 1864 ia sudah bisa menginvestasikan US$ 400.000 untuk membangun ladang minyak. Dari sinilah bisnisnya mulai tampak dan makin lama makin besar, sampai-sampai ia harus keluar dari perusahaan kereta api agar bisa konsentrasi mengurus bisnisnya.
Setelah konsentrasi di bisnisnya, usahanya makin maju. Ia pun berkembang menjadi pengusaha sukses dan pernah dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa rahasia suksesnya? Di antaranya ia menyebutkan fokus atau konsentrasi. "Konsentrasi adalah moto saya. Pertama kejujuran, kemudian industri, setelah itu konsentrasi," katanya. Ia memang dikenal sebagai seorang industrialis sejati dengan industri bajanya yang luar biasa. Tetapi ia punya nasihat lain. "Orang sukses adalah orang yang telah memilih satu jalan, dan terus fokus pada jalan itu," katanya. Itu berarti konsentrasi.
Tentang konsentrasi ini pula ia dikenal dengan ungkapannya yang berikut. "Konsentrasikan energimu, pikiranmu, dan modalmu," katanya. "Orang bijak meletakkan semua telurnya dalam satu keranjang dan ia mengawasi keranjang itu," jelasnya.
Jadi betapa pentingnya fokus atau konsentrasi. Dan dengan cara itu ia bisa melipatgandakan pendapatannya. Bayangkan, ketika ia mulai bekerja gajinya cuma US$ 1,2 per minggu. Dan beberapa tahun kemudian ia menjadi orang terkaya di dunia yang hanya bisa dikalahkan oleh John D. Rockefeller.
Ketika ia meninggal tahun 1919 hartanya disumbangkan untuk mendirikan berbagai perpustakaan, sekolah, dan universitas di Amerika, Inggris dan negara-negara lain. Karena itu ia dikenal juga sebagai dermawan sejati.
Carnegie adalah imigran Skotlandia yang datang ke AS ketika usianya 13 tahun. Setelah tiba di AS ia bekerja di sebuah pabrik pembuatan benang di Pennsylvania. Tahun berikutnya ia pindah kerja sebagai pengantar telegram. Namun karena ingin meraih masa depan lebih baik ia pindah posisi menjadi operator telegram. Di sana ia banyak belajar. Tak lama ia pindah ke perusahaan kereta api di Pennsylvania dan menjadi asisten seorang top eksekutifnya bernama Thomas Scott. Dari Scott inilah ia belajar industri kereta api dan sekaligus belajar bisnis. Tiga tahun kemudian ia dipromosikan menjadi pengawas perjalanan kereta.
Sambil bekerja ia mencoba investasi. Scottlah yang mengajarkannya. Carnegie menanamkan modal US$500 di perusahaan ekspedisi yang di antaranya melayani pengantaran telegram. Setelah itu ia investasi juga di beberapa perusahaan lain meski dengan jumlah saham kecil seperti di perusahaan mobil dan bahkan kereta api. Lama-lama investasinya terus meningkat. Sampai pada tahun 1864 ia sudah bisa menginvestasikan US$ 400.000 untuk membangun ladang minyak. Dari sinilah bisnisnya mulai tampak dan makin lama makin besar, sampai-sampai ia harus keluar dari perusahaan kereta api agar bisa konsentrasi mengurus bisnisnya.
Setelah konsentrasi di bisnisnya, usahanya makin maju. Ia pun berkembang menjadi pengusaha sukses dan pernah dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Apa rahasia suksesnya? Di antaranya ia menyebutkan fokus atau konsentrasi. "Konsentrasi adalah moto saya. Pertama kejujuran, kemudian industri, setelah itu konsentrasi," katanya. Ia memang dikenal sebagai seorang industrialis sejati dengan industri bajanya yang luar biasa. Tetapi ia punya nasihat lain. "Orang sukses adalah orang yang telah memilih satu jalan, dan terus fokus pada jalan itu," katanya. Itu berarti konsentrasi.
Tentang konsentrasi ini pula ia dikenal dengan ungkapannya yang berikut. "Konsentrasikan energimu, pikiranmu, dan modalmu," katanya. "Orang bijak meletakkan semua telurnya dalam satu keranjang dan ia mengawasi keranjang itu," jelasnya.
Jadi betapa pentingnya fokus atau konsentrasi. Dan dengan cara itu ia bisa melipatgandakan pendapatannya. Bayangkan, ketika ia mulai bekerja gajinya cuma US$ 1,2 per minggu. Dan beberapa tahun kemudian ia menjadi orang terkaya di dunia yang hanya bisa dikalahkan oleh John D. Rockefeller.
Ketika ia meninggal tahun 1919 hartanya disumbangkan untuk mendirikan berbagai perpustakaan, sekolah, dan universitas di Amerika, Inggris dan negara-negara lain. Karena itu ia dikenal juga sebagai dermawan sejati.
Label:
Andrew Carnegie,
Dermawan,
Orang Terkaya Dunia
You May Say I am a Dreamer
Saat kecil, Emmanuel Kelly adalah korban perang di Irak. Bersama
saudaranya, Ahmed, yang juga memiliki cacat tubuh serupa, ia diadopsi
oleh Moira Kelly. Emmanuel, meski tidak memiliki tubuh sesempurna
manusia normal, namun memiliki cita-cita menjadi penyanyi terkenal. Ia
mengatakan suka menyanyi dan hampir tiap hari menyanyi.
Emmanuel mengatakan: "Menyanyi adalah satu-satunya yang ingin saya lakukan. Banyak penyanyi yang 50 kali lebih baik dari saya, tapi mereka tak mengikuti jalan yang mengarahkan mereka menjadi penyanyi. Kini beberapa pintu telah terbuka, saya ingin menyanyi dan membuat orang bahagia."
Emmanuel dengan tubuh yang kurang sempurna berjalan mantap ke atas panggung The X Factor 2011 (ajang pencarian bakat di Australia). Tatapan matanya begitu percaya diri. Ronan Keating menyapa, menanyakan nama, lalu umurnya. Emmanuel menjawab, ia sebenarnya tak merasa tahu pasti berapa usianya. Ia lahir di tengah perang Irak, dan tak ada keterangan dokumenter saat ia diadopsi. Ronan lalu mempersilakannya mulai menyanyi. Emmanuel memilih lagu Imagine. Lagu dari John Lennon ini dinyanyikan dengan penghayatan dan suara yang begitu indah. Ia tampil memukau. Para juri yang terdiri dari Ronan Keating, Spice Girl Mel Brown, Natalie Bassingthwaighte, dan Guy Sebastian ikut terharu.
Di luar cerita hidupnya dan keberaniannya tampil, Emmanuel memiliki bakat menyanyi yang bagus. Ia menikmati menyanyi dan mampu menjalani tanpa merasa terbeban akan keadaan dirinya. Perasaan audience makin terbawa karena lagu yang dipilihnya, dan keadaan dirinya akibat perang, mengingatkan banyak orang akan sebuah mimpi yang sebenarnya ada di dalam diri mereka, yaitu sebuah kehidupan yang damai. Sebuah mimpi di mana John Lennon, pencipta lagu ini, mengatakan "You may say that I'm a dreamer/But I'm not the only one/I hope someday you'll join us/And the world will be as one". Apa yang tertulis dalam lagu Imagine, adalah mimpi dari banyak orang. Barangkali itulah mengapa lagu ini sering terasa begitu menyentuh bagi orang yang mendengarkan.
Standing ovation dan tepuk tangan meriah dari juri dan penonton mengakhiri lagu yang dinyanyikannya. Emmanuel berjalan ke belakang panggung memeluk ibu dan adiknya dengan penuh haru. Emmanuel adalah anak angkat Moira Kelly yang memimpin LSM Children First Foundation. Dia dan saudaranya Ahmed tak memiliki tangan sempurna. Mereka adalah anak-anak korban perang Irak yang ditinggalkan di sebuah panti asuhan lalu diselamatkan oleh Ms. Kelly ketika mereka masih kecil.
Emmanuel mengatakan: "Menyanyi adalah satu-satunya yang ingin saya lakukan. Banyak penyanyi yang 50 kali lebih baik dari saya, tapi mereka tak mengikuti jalan yang mengarahkan mereka menjadi penyanyi. Kini beberapa pintu telah terbuka, saya ingin menyanyi dan membuat orang bahagia."
Emmanuel dengan tubuh yang kurang sempurna berjalan mantap ke atas panggung The X Factor 2011 (ajang pencarian bakat di Australia). Tatapan matanya begitu percaya diri. Ronan Keating menyapa, menanyakan nama, lalu umurnya. Emmanuel menjawab, ia sebenarnya tak merasa tahu pasti berapa usianya. Ia lahir di tengah perang Irak, dan tak ada keterangan dokumenter saat ia diadopsi. Ronan lalu mempersilakannya mulai menyanyi. Emmanuel memilih lagu Imagine. Lagu dari John Lennon ini dinyanyikan dengan penghayatan dan suara yang begitu indah. Ia tampil memukau. Para juri yang terdiri dari Ronan Keating, Spice Girl Mel Brown, Natalie Bassingthwaighte, dan Guy Sebastian ikut terharu.
Di luar cerita hidupnya dan keberaniannya tampil, Emmanuel memiliki bakat menyanyi yang bagus. Ia menikmati menyanyi dan mampu menjalani tanpa merasa terbeban akan keadaan dirinya. Perasaan audience makin terbawa karena lagu yang dipilihnya, dan keadaan dirinya akibat perang, mengingatkan banyak orang akan sebuah mimpi yang sebenarnya ada di dalam diri mereka, yaitu sebuah kehidupan yang damai. Sebuah mimpi di mana John Lennon, pencipta lagu ini, mengatakan "You may say that I'm a dreamer/But I'm not the only one/I hope someday you'll join us/And the world will be as one". Apa yang tertulis dalam lagu Imagine, adalah mimpi dari banyak orang. Barangkali itulah mengapa lagu ini sering terasa begitu menyentuh bagi orang yang mendengarkan.
Standing ovation dan tepuk tangan meriah dari juri dan penonton mengakhiri lagu yang dinyanyikannya. Emmanuel berjalan ke belakang panggung memeluk ibu dan adiknya dengan penuh haru. Emmanuel adalah anak angkat Moira Kelly yang memimpin LSM Children First Foundation. Dia dan saudaranya Ahmed tak memiliki tangan sempurna. Mereka adalah anak-anak korban perang Irak yang ditinggalkan di sebuah panti asuhan lalu diselamatkan oleh Ms. Kelly ketika mereka masih kecil.
Label:
Anak Cacat Fisik,
Emmanuel Kelly,
Penyanyi,
X Factor
Kutipan Henry Ford
"Siapa yang tak kenal dengan Henry Ford, seorang tokoh yang
meleganda di abad ke-20. Pengusaha sukses ini, adalah 'industrialis'
yang memelopori produksi mobil massal. Ia juga memperkenalkan pertama
kali mobil berbiaya murah, karena mimpinya adalah setiap pekerjanya
mampu membeli mobil-mobil yang mereka produksi.
Pada ulang tahunnya ke-75, Ford pernah ditanya mengenai rahasia kariernya yang cemerlang. Jawabannya sederhana saja, yaitu:
1) Saya tidak pernah makan berlebihan.
2) Saya tidak pernah cemas secara berlebihan.
3) Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu terjadi demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.
Rahasia yang simpel tapi terbukti punya pengaruh besar dalam kehidupan seorang manusia. Kisah sukses Ford adalah salah satu buktinya."
Pada ulang tahunnya ke-75, Ford pernah ditanya mengenai rahasia kariernya yang cemerlang. Jawabannya sederhana saja, yaitu:
1) Saya tidak pernah makan berlebihan.
2) Saya tidak pernah cemas secara berlebihan.
3) Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu terjadi demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.
Rahasia yang simpel tapi terbukti punya pengaruh besar dalam kehidupan seorang manusia. Kisah sukses Ford adalah salah satu buktinya."
Label:
Henry Ford,
Kutipan
Senin, 02 Juli 2012
Kisah anak kasih yang luar biasa
Ini sungguh sebuah foto yang sangat memilukan hati.
Seorang Ayah dan Ibu mencium dan mengatakan selamat tinggal kepada anak perempuannya yang baru berumur 2 tahun bernama Xiwang atau "Harapan" yang telah meninggal karena hypoxic-ischemic cerebral palsy.
Kedua orang tua dari anak kecil yang tidak berkesempatan untuk melanjutkan hidup itu memutuskan untuk memberikan arti kepada kematian anaknya dengan menyumbangkan organ tubuh anaknya.
Jikalau Anda bertanya-tanya mengapa para tenaga medis disana membungkuk, itu adalah karena kurang dari 1 jam, ada dua anak kecil di ruangan lain yg mendapat berkah dan bisa melanjutkan hidupnya dikarenakan ginjal dan hati anak perempuan bernama Xiwang tersebut.
Sungguh Semangat Kasih yang sangat luar biasa..
Semoga anak tersebut terlahir di alam berbahagia..
Seorang Ayah dan Ibu mencium dan mengatakan selamat tinggal kepada anak perempuannya yang baru berumur 2 tahun bernama Xiwang atau "Harapan" yang telah meninggal karena hypoxic-ischemic cerebral palsy.
Kedua orang tua dari anak kecil yang tidak berkesempatan untuk melanjutkan hidup itu memutuskan untuk memberikan arti kepada kematian anaknya dengan menyumbangkan organ tubuh anaknya.
Jikalau Anda bertanya-tanya mengapa para tenaga medis disana membungkuk, itu adalah karena kurang dari 1 jam, ada dua anak kecil di ruangan lain yg mendapat berkah dan bisa melanjutkan hidupnya dikarenakan ginjal dan hati anak perempuan bernama Xiwang tersebut.
Sungguh Semangat Kasih yang sangat luar biasa..
Semoga anak tersebut terlahir di alam berbahagia..
Label:
Anak,
Kasih,
Kisah,
Luar Biasa
Langganan:
Komentar (Atom)
































