Laman

Kamis, 15 Maret 2012

Pendidikan Anak

Jika anak hidup dengan kritikan,ia akan belajar untuk mengutuk.

Jika anak hidup dengan kekerasan, ia akan belajar untuk melawan.

Jika anak hidup dengan ejekan, ia akan belajar untuk menjadi pemalu.

Jika anak hidup dengan dipermalukan, ia akan belajar merasa bersalah.

Jika anak hidup dengan toleransi, ia akan belajar bersabar.

Jika anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.

Jika anak hidup dengan pujian, ia akan belajar untuk menghargai.

Jika anak hidup dengan tindakan yang jujur, ia akan belajar tentang keadilan.

Jika anak hidup dengan rasa aman, ia akan belajar untuk mempercayai.

Jika anak hidup dengan persetujuan, ia akan belajar untuk menghargai dirinya.

Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, ia akan belajar untuk menemukan cinta di muka bumi ini.

Seorang OB Menjadi orang nomor satu di Bank Asing

Dalam diri setiap orang, pasti ada kelebihan yang bisa dimaksimalkan. Namun, semua kembali pada diri masing-masing untuk bisa memaksimalkan kelebihan itu atau tidak. Kisah Houtman Zainal Arifin menjadi bukti nyata, bahwa karier seseorang bisa diubah!

Ada satu kisah yang sangat inspiratif yang sudah banyak tersebar di berbagai media. Kisah tersebut adalah kisah nyata dari seorang bernama Houtman Zainal Arifin. Beliau adalah seorang mantan pedagang asongan, anak jalanan, Office Boy (OB), yang dengan tekad kuat, akhirnya berhasil menjadi orang nomor satu di Citibank Indonesia*.

Sekitar tahun 60-an Houtman memulai kariernya sebagai perantau, berangkat dari desa ke jalanan Ibukota. Di Jakarta Houtman harus menerima kenyataan bahwa kehidupan di Jakarta ternyata sangat keras dan tidak mudah. Dengan bekal hanya gelar lulusan SMA, pekerjaan tidak mudah diperoleh. Houtman pun memilih bertahan hidup dengan profesi sebagai pedagang asongan, dari jalan raya ke kolong jembatan kemudian ke lampu merah menjajakan dagangannya.

Tetapi kondisi seperti ini tidak membuat Houtman kehilangan cita-cita dan impian. Suatu ketika Houtman beristirahat di sebuah kolong jembatan, dia memperhatikan kendaran-kendaraan mewah yang berseliweran di jalan Jakarta. Para penumpang mobil tersebut berpakaian rapi, keren, dan berdasi. Houtman pun ingin seperti mereka.

Houtman lantas melamar kerja di gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Sampai suatu saat, ia mendapat panggilan kerja dari sebuah perusahaan yang sangat terkenal dan terkemuka di Dunia, The First National City Bank (Citibank), sebuah bank bonafid dari Amerika Serikat. Houtman pun diterima bekerja sebagai seorang OB. Sebuah jabatan paling dasar, paling bawah dalam sebuah hierarki organisasi dengan tugas utama membersihkan ruangan kantor, WC, ruang kerja dan ruangan lainnya. Saat itulah, Houtman mulai menancapkan "impian" yang nyaris tak mungkin. Tapi, ia telah bertekad kuat, untuk mengubah nasib. Dan, inilah yang dilakukannya...

• Tidak ragu untuk belajar hal baru
Sebagai OB, Houtman selalu mengerjakan tugas dan pekerjaannya dengan baik. Terkadang dia rela membantu para staf dengan sukarela. Selepas sore saat seluruh pekerjaan telah usai, Houtman berusaha menambah pengetahuan dengan bertanya-tanya kepada para pegawai. Dia bertanya mengenai istilah istilah bank yang rumit, walaupun terkadang saat bertanya dia menjadi bahan tertawaan atau sang staf mengernyitkan dahinya.

• Tidak banyak perhitungan
Hampir semua pekerjaan-termasuk yang bukan tugas aslinya-dilakukan dengan senang hati dan sukarela. "Hadiah" yang didapat adalah ia mendapat ilmu baru dari staf yang dibantunya. Houtman sedikit demi sedikit familiar dengan dengan istilah bank seperti Letter of Credit, Bank Garansi, Transfer, Kliring, dll.

• Buktikan prestasi pada diri sendiri, bukan orang lain
Tidak sekali dua kali ia dilecehkan dengan kesukaannya bertanya tentang banyak hal baru yang tak dimengertinya. Bahkan sesama OB sering menyindirnya dengan kata-kata: "Kalau masuk dari OB, ya keluar nanti tetap jadi OB." Namun, ia terus bertekad untuk mau belajar dan memperbaiki nasib. Houtman berpikir, ia sendirilah yang bisa mengubah nasibnya. Maka, ia bekerja keras untuk meraih yang terbaik pada profesi apa pun yang dijalankan.

• Beranilah untuk belajar dan bertanya
Suatu saat Houtman tertegun dengan sebuah mesin yang dapat menduplikasi dokumen (saat ini dikenal dengan mesin photo copy). Ketika itu mesin foto kopi sangat langka. Setiap selesai pekerjaan setelah jam 4 sore Houtman sering mengunjungi mesin tersebut dan minta kepada petugas foto kopi untuk mengajarinya. Pada suatu hari, petugas mesin foto kopi itu berhalangan dan praktis hanya Houtman yang bisa menggantikannya. Sejak saat itu, Houtman resmi naik jabatan dari OB sebagai "Tukang Foto Kopi".

• Bekerja bukan untuk mengejar gaji
Sebagai tukang foto kopi, ia punya akses untuk melihat dan mempelajari banyak dokumen. Hingga, akhirnya, ia menawarkan bantuannya secara sukarela untuk membantu membubuhkan stempel pada Cek, Bilyet Giro dan dokumen lainnya pada kolom tertentu. Stempel tersebut harus berada di dalam kolom tidak boleh menyimpang atau keluar kolom. Alhasil Houtman membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut karena dia sangat berhati-hati sekali. Selama mengerjakan tugas tersebut Houtman tidak sekedar mengecap, tapi dia membaca dan mempelajari dokumen yang ada. Akibatnya Houtman sedikit demi sedikit memahami berbagai istilah dan teknis perbankan.

• Bekerja dengan sepenuh hati
Houtman cepat menguasai berbagai pekerjaan yang diberikan dan selalu mengerjakan seluruh tugasnya dengan baik. Dia pun ringan tangan untuk membantu orang lain, para staff dan atasannya. Sehingga para staff pun tidak segan untuk membagi ilmu kepadanya. Sampai suatu saat pejabat di Citibank mengangkatnya menjadi pegawai bank karena prestasi dan kompetensi yang dimilikinya. Dan, sejak saat itulah, pelan tapi pasti, ia terus belajar dan bekerja keras dengan sepenuh hati hingga ia berhasil menorehkan sejarah menjadi orang nomor satu di Citibank Indonesia, meski hanya lulusan SMA.

Inilah gambaran nyata, betapa kualitas dalam diri seseoranglah yang mampu mengubah nasib dan karier. Mari, maksimalkan kualitas diri dengan bekerja maksimal dan mau selalu belajar, maka kita bisa jadi "nomor satu" di mana pun kita berada.

Kutipan Jon Bon Jovi

"Jangan terlalu merasa nyaman dengan siapa diri Anda pada waktu tertentu--Anda mungkin kehilangan kesempatan untuk menjadi yang Anda inginkan."


What Napoleon Hill said about Success?

"Until you have learned to be tolerant with those who do not always agree with you; until you have cultivated the habit of saying some kind word of those whom you do not admire; until you have formed the habit of looking for the good instead of the bad there is in others, you will be neither successful nor happy."

"Jika Anda tidak pernah mau berusaha untuk bersikap toleran terhadap orang-orang yang tidak selalu sependapat dengan Anda; jika Anda tidak menumbuhkan kebiasaan berkata positif kepada orang-orang yang tidak Anda sukai; jika Anda tidak membentuk kebiasaan melihat sisi terbaik, bukannya sisi terburuk, dalam diri orang lain, Anda tidak akan meraih sukses ataupun merasa bahagia."


Itulah salah satu ucapan Napoleon Hill, Bapak Motivasi Dunia, yang disarikan dari hasil penelitiannya mewawancarai setengah juta orang-orang kaya di Amerika.

Rabu, 14 Maret 2012

MEMBERI AWAL MENERIMA...

Seorang pria paruh baya mempunyai sebuah toko makanan ternak yg tidak begitu laku. Makin hari makin sedikit orang yg beli pakan ternak. Dalam keputusasaannya, pria tsb menginvestasikan $5.000 untuk membeli 1000 ekor anak ayam. Para tetangganya langsung mengejek & menganggap pria itu gila. Jual pakan ayam saja, tidak bisa, apalagi jual anak ayam. Mereka lebih heran lagi ketika tahu bahwa pria ini tidak menjual anak ayam tsb. Sebaliknya dia memberikan anak² ayam tsb secara GRATIS kepada pembeli pakan ternaknya. Nyatanya, setelah ada program gratis anak ayam tsb, mulai banyak orang beli ditokonya. Semakin hari ternyata tokonya semakin laris saja. Selidik ternyata pembeli yg menerima anak ayam gratis itu kembali lagi. Tentu saja mereka beli makanan ayam untuk anak ayam gratisan itu. Inilah lingkaran kehidupan. Memberi adalah langkah pertama untuk menerima. "Sayangnya banyak orang selalu berpikir yg sebaliknya menerima dulu, baru berpikir untuk memberi". Petani tidak mungkin menuai jika tidak pernah menabur. Selama ada kesempatan, jadilah orang yg murah hati. Berilah dengan tulus ikhlas. Ingat bahwa hidup ini seperti Gema. Apa yg ditabur, itulah yg dituai. Apa yg diberikan, akan kembali kepada kita, bahkan berlipat 2x. Selalulah memberi. Jangan Iri hati. Taburlah kebajikan.

FILOSOFI UANG

1. Uang tak pernah cukup memenuhi kebutuhan, maka harus dikejar terus

Anggapan ini salah karena pada dasarnya kita tidak pernah kekurangan uang jika kita mampu memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Untuk mengelola uang agar mencukupi kebutuhan kita, kita perlu memiliki perencanaan bagaimana mencari dan menggunakan uang. Salah satu cara yang paling sederhana adalah menentukan lebih dulu berapa uang yang Anda perlukan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Setelah mengetahui seberapa besar kebutuhan kita, yang perlu kita lakukan tinggal mencari penghasilan. Di sini yang perlu kita pastikan bukan mencari penghasilan sebesar-besarnya, melainkan bagaimana kita memiliki kemampuan menghasilkan uang secara langgeng dan mampu memenuhi kebutuhan hidup kita.

2. Uang dapat memenuhi semua keinginan

Anggapan ini juga keliru. Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Hal-hal seperti pertemanan tidak bisa didapatkan dengan uang. Kalaupun ada yang bisa memperoleh seorang teman, misalnya, karena faktor uang, hal itu hanya bersifat sementara dan artifisial.

Karena itu, uang bukanlah satu-satunya cara mencapai tujuan hidup kita. Dan jika kita belum mampu mendapat uang dalam jumlah tertentu, bukan berarti itu adalah akhir dari segalanya. Seberapa pun uang Anda, sebenarnya tetap cukup, sepanjang kita mau melakukan penyesuaian.

3. Untuk menjadi kaya harus berpendidikan tinggi

Mitos ini tidak seratus persen salah atau benar. Karena pada kenyataannya, ada juga beberapa orang yang tidak berpendidikan tinggi tapi bisa memiliki kekayaan yang besar. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang berlatar pendidikan tinggi, tetapi hidup serba kekurangan. Yang sedikit perlu diluruskan di sini adalah bagaimana memanfaatkan pendidikan tinggi yang dimiliki untuk bekerja atau memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan memberikan penghasilan memadai.

4. Dengan memiliki uang lebih banyak, kesempatan menabung akan lebih besar

Anggapan ini salah besar karena pada dasarnya kegiatan menabung tidak bergantung pada besarnya pendapatan, melainkan lebih pada kemauan kita untuk memulai kebiasaan menabung ini. Asal kemauan kita kuat, kita bisa memulainya dengan menyisihkan uang kita untuk menabung, dengan besaran mulai dari 1% dari pendapatan. Besarnya persenan ini bisa meningkat perlahan-lahan.

5 Rahasia Entrepreneur Muda Terkaya Dunia

Berkat kemajuan teknologi, banyak anak muda dunia yang menjadi kaya raya karena inovasinya. Tapi ternyata, dalam daftar anak muda terkaya versi Forbes, banyak juga anak muda kaya yang berbisnis di luar bidang IT. Berikut adalah beberapa kutipan yang bisa jadi pembelajaran, bagaimana mereka bisa sukses di usia 20 hingga 40 tahunan.

1. Dustin Moskovitz (27 tahun)

Ia adalah co-founder Facebook yang kemudian memilih untuk mendirikan perusahaannya sendiri, Asana. Ia juga dikenal menjadi investor di berbagai perusahaan yang berbasis teknologi informasi.

MULAI SEGERA
"Karena kita mulai sejak usia 20-an, kita punya waktu beberapa dekade ke depan untuk mencari tahu apa kemungkinan yang punya dampak terbesar dari sumber (pengetahuan) yang kita miliki."

2. Yoshikazu Tanaka (34 tahun)

Ia adalah pendiri social media network terbesar asli dari Jepang, Gree.jp.

BERPIKIR GLOBAL
"Platform Gree terbaru yang kami kembangkan ini menunjukkan komitmen bahwa kami akan terus membangun ekosistem global untuk mobile developers yang gratis untuk dimainkan. Tujuan kami adalah menawarkan pengalaman bermain game berbasis sosial network terbaik untuk semua pemain di dunia."

3. Oleg Bakhmatyuk (37 tahun)

Pria dari Ukraina ini usahanya cukup unik. Ia berhasil jadi triliuner dari bisnis telur yang berada di bawah grup usaha Avangard dan Ukrlanfarming. Dari pengusaha gas, ia berpindah ke bisnis telur karena menganggap bahwa memberi makan pada banyak orang agar tidak kelaparan adalah bisnis masa depan.

KERJA SAMA
"Perjanjian ini akan memberikan keuntungan tambahan bagi semua pemangku kepentingan Avangard, yakni dengan memberikan kepastian jaminan keamanan, persediaan, serta meningkatkan kemampuan penjualan dan pemasaran yang saling terintegrasi."

4. Chen Tianqiao (39 tahun)

Ia adalah pengusaha hiburan berbasis game terbesar di China, yakni Shanda Interactive Entertainment. Ia membesarkan usaha ini bersama istrinya, Qianqian Luo dan saudaranya, Danian.

SUKSES BUTUH DUKUNGAN ORANG TERDEKAT
"Kebahagiaan keluarga lebih penting daripada kesuksesan sebuah bisnis."

5. Mikhail Abyzov (38 tahun)

Merupakan salah satu triliuner dari Moskow, Rusia, yang menjulang namanya berkat perusahaannya, E4 Group, yang bergerak di bidang penyediaan energi.

BERPIKIR UNTUK KEPENTINGAN YANG LEBIH BESAR
"Kami ingin menciptakan pusat materi dan teknologi ketenagaan baru serta mengujinya sebagai energi yang lebih efisien. Tujuan dari proyek ini bukan hanya sebagai ajang ujicoba teknologi abad 21 yang memungkinkan keuntungan dalam periode singkat, tapi menciptakan kondisi yang penting untuk kebutuhan di Rusia, karena masyarakat kita sangat butuh hal ini."

I am Alive by Nick Vujicic

Seorang wanita di Thailand, menceburkan dirinya ke sebuah kolam yang berisi buaya dan menyerahkan dirinya untuk dimakan oleh buaya-buaya lapar di sebuah kebun binatang, membuat semua pengunjung histeris ketakutan. Ketika di selamatkan, wanita itu sudah tidak bernyawa, namun pihak kepolisian menemukan tangan wanita itu sedang menggenggam sesuatu. Sebuah kertas yang berisi kekecewaan dan sakit hatinya karena dikhianati oleh suaminya.

Seorang pemuda berusia 18 tahun di Wonogiri menjadi tragedi ke-5 kasus bunuh diri dalam kurun waktu 10 hari di awal Januari 2012.

Seorang Ibu melakukan bunuh diri dengan mengajak ketiga anak-anaknya. Setelah membunuh anak-anaknya dengan menenggelamkan mereka di bak mandi satu per satu, lalu ditidurkan di tempat tidur, lalu ia pun bunuh diri dengan meminum racun. Alasannya, ia tidak tega melihat anak-anaknya merasakan pahitnya hidup. Ia ingin menyelamatkan anak-anaknya. Begitulah isi surat yang ditinggalkan kepada suaminya.

Apa penyebabnya? Kenapa begitu banyak orang yang memilih jalan seperti itu? Stres? Depresi berat? Frustasi karena keinginannya tidak tercapai? Alasan ekonomi? Putus cinta? Tidak lulus ujian? Alasan apapun, bunuh diri bukanlah pilihan. Banyak orang-orang yang putus asa berkata, “Hidupku tidak ada artinya lagi”, “Hidupku monoton”, “Tidak ada yang peduli dengan saya, lebih baik saya mati saja”, dan masih banyak lagi alasan-alasan untuk mengakhiri hidup dengan cara yang tidak wajar. Kenapa kita terus-terusan mencari alasan untuk mengeluh? Kenapa kita tidak berbalik dan melihat betapa banyak anugerah dan berkat dalam hidup kita? Kenapa kita selalu fokus pada masalah-masalah yang kita hadapi lalu melupakan rasa syukur kepada Sang Pencipta?

Nick Vujicic, dalam sebuah lagu berjudul Something More, menyatakan bahwa ia pernah mencoba bunuh diri pada usia 10 tahun, karena ia merasa tidak kuat dengan hidup tanpa lengan dan kaki, tetapi, ia sadar, bahwa itu bukan pilihan yang benar. Ia sadar, bahwa Sang Pencipta tidak menginginkan itu terjadi. You should not give up on yourself!

Hidup memang seringkali tidak berjalan seperti yang kita bayangkan atau yang kita inginkan. Masalah-masalah sering datang dan pergi mewarnai hidup kita. Sadarkah kita, bahwa masalah-masalah yang kita hadapi itu mengingatkan kita bahwa kita hidup ? Nick Vujicic berkata, Problems, they remind me that I’m alive

Nikmati setiap proses dalam hidupmu. Setiap orang pasti memiliki cerita suka atau duka, dan jadikanlah cerita hidupmu itu berkat dan inspirasi bagi orang-orang di sekitarmu. Jika kita selalu bersyukur, maka kita pun tidak lagi menemukan alasan untuk mengeluh.

Trik Sukses dari Li Ka-Shing (Orang Terkaya se-Asia)

Dari seorang yatim di Hong Kong, Li Ka-Shing mampu mengubah hidupnya menjadi sosok terkaya di Asia. Bahkan, ia menjadi orang terkaya se-Asia versi majalah Forbes 2012, dan termasuk ke dalam 10 besar orang terkaya sedunia. Namun, kesuksesannya tak membuat dirinya segan untuk membagikan ilmu ataupun harta untuk kegiatan sosial.

Kedermawanannya terbukti dengan didirikannya "Li Ka Shing Foundation" pada 1980 dan organisasi-organisasi amal lainnya, yang mendonasikan jutaan dolar untuk pendidikan dan rumah sakit di Asia Timur dan Amerika Utara. Li Ka Shing Foundation ini pula yang mengumpulkan beberapa tips dan pepatah yang merepresentasikan kehidupan sang taipan. Berikut beberapa trik sukses yang pernah diucapkan langsung oleh CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampon Limited beberapa waktu lalu:

- Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan.

- Jangan terlalu optimis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimis ketika pasar sedang buruk.

- Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri Anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan.

- Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya Anda di satu bidang, jika Anda tidak punya hati dan niat yang kuat, Anda tidak akan sukses.

- Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.

- Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, Anda pun harus berhati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisasi kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.

- Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.

- Seni sebuah manajemen yang bagus terletak pada kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama.

Selasa, 13 Maret 2012

PATUT DICONTOH

Kisah Dibalik Foto Mengharukan Anak Menggendong Ibu Di Rumah Sakit


Ding Zu Ji, 62 tahun, membeberkan rahasianya:
Hampir saja dibuang ke laut bersama ibunya

China Times (Hong Rong-zhi dan Zhou Xiao-ting melaporkan dari Tainan)

“Saya hampir saja tidak bisa terlahir ke dunia ini.” Ding Zu Ji, seorang pensiunan penyelidik khusus yang diambil fotonya sedang menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang di rumah sakit Chi Mei di kota Tainan Taiwan, ketika menerima wawancara khusus dari para wartawan tanggal 6 Maret 2012 mengungkapkan sebuah rahasia betapa kehidupannya sangat berkaitan erat dengan kehidupan ibunya; dia mengatakan bahwa pada saat ibunya sedang mengandungnya enam bulan, naik kapal meninggalkan Tiongkok menuju Taiwan dan hampir saja dibuang ke laut karena tidak dapat menunjukkan kartu identitas diri.

“Saya adalah anak paling sulung dalam keluarga, hubunganku dengan ibu memang paling dekat dan itu ada cerita dibaliknya.” Ding Zu Ji mengenang kembali pada tahun 1950 ketika Pemerintah Nasionalis mundur dari Tiongkok ke Taiwan. Disebabkan ayahnya adalah seorang prajurit, maka ibunya mengikuti keluarga prajurit lainnya untuk sama-sama naik kapal ke Taiwan; karena banyak sekali warga Tiongkok yang ingin pergi ke Taiwan, maka setiap kapal penuh sesak dengan manusia dan membuat setiap unit kapal kelebihan beban, para perwira dan prajurit di atas kapal melakukan pemeriksaan keamanan dengan sangat ketat demi mencegah naiknya musuh ke atas kapal, siapa saja yang tidak membawa kartu identitas diri akan dibuang ke laut.

Ding Zu Ji mengatakan kalau saat itu kebetulan ibunya sedang mengandungnya enam bulan, dengan perut buncit naik ke kapal untuk menuju Taiwan bersama-sama dengan keluarga prajurit lainnya; tak disangka ketika para perwira dan prajurit memeriksa kartu identitas diri, ibunya tidak bisa menemukan kartu identitas diri dan membuatnya sangat gelisah. Walau teman seperjalanan lainnya berinisiatif menjadi saksi, bahkan memohon belas kasihan dari para perwira dan prajurit, namun mereka tetap ikut aturan dan hampir saja membuang ibu yang sedang berperut besar ke laut.

Untungnya, ketika kedua belah pihak sedang berkomunikasi dan tarik menarik, mendadak ada orang yang menemukan ada selembar kartu identitas diri di bawah bangku panjang sebelah, setelah diambil ternyata adalah kartu identitas diri ibu yang jatuh karena kurang hati-hati, barulah terhindar dari ambang kematian. Ding Zu Ji berkata sambil tertawa: “Sejak itulah hubunganku dengan ibu sangatlah dekat.”

“Saya bukan anak berbakti!” Ding Zu Ji menekankan dengan nada menyalahkan diri sendiri, “Saya tidak merawat ibu dengan baik, sehingga ibu terjatuh dan patah tulang kaki kiri, bahkan keinginan ibu untuk pulang ke Tiongkok juga tidak mampu direalisasikan, sehingga tidak pantas untuk dikatakan sebagai anak berbakti.” Awalnya dia ingin menunggu kondisi tubuh ibunya membaik sedikit, baru akan membawanya pulang ke Tiongkok mengunjungi sanak keluarga di sana, Ding Zu Ji mengatakan dengan sedikit sedih: “Sayangnya ibu tidak bisa menunggu sampai saya bebas bepergian ke Tiongkok sudah pun kehilangan ingatan”; Ding Zu Ji harus menunggu selama tiga tahun sesudah pensiun sebagai penyelidik baru boleh pergi ke Tiongkok, dalam selang waktu tersebut ternyata semua ingatan ibunya sudah hilang, ini membawa penyesalan dalam diri Ding Zu Ji.

Ding Zu Ji mengatakan, pada tanggal 2 Maret 2012 bisa menggendong ibunya dengan sehelai kain kembang pergi ke rumah sakit terutama karena ibunya mengalami patah tulang dan tidak leluasa bergerak, karena ingin segera menghantarkan ibunya ke rumah sakit dan dalam hati juga berpikir menggendong sebentar tidak akan terlalu capek, barulah berbuat demikian, tidak pernah menduga kalau tindakannya ini akan menarik perhatian banyak orang; akan tetapi, dia menyatakan kalau di kemudian hari dia akan mempergunakan ambulans untuk menghantarkan ibunya dan meminjam ranjang dorong pada rumah sakit.

Video Ding Zu Ji membawa ibunya yang sedang sakit untuk dirawat dokter itu telah di-posting ulang di internet berkali-kali. Banyak pengguna internet yang menjulukinya sebagai “Teladan perilaku bakti”. Bahkan pengguna internet lainnya menjuluki Ding Zu Ji sebagai “Teladan perilaku bakti yang ke 25″ dengan kisah “Ia membalut sang bunda dengan selembar kain katun”. Ke 24 contoh perilaku bakti lainnya telah ditulis dalam naskah kuno oleh Guo Ju Jing dari dinasti Yuan (1271-1368).

Ding Zu Ji tinggal bersama dengan ibunya. Saat wartawan bertanya kepada rekan-rekannya dan memintanya untuk diwawancara, ia menolak dan menjawab, “Ini adalah urusan pribadi saya, saya lebih baik tidak usah diwawancara.”

Tetangganya mengatakan mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah berkomunikasi dengan Ding sehingga mereka tidak memiliki banyak kesan tentang dia. Namun ketika melihat foto dia membawa ibunya ke rumah sakit, salah satu tetangga mengatakan, “Luar biasa melihat saat ini masih ada kejadian seperti itu di dunia. ”

Ding berbicara dengan mantan bosnya Mo Tien Hu yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Investigasi Tainan, tentang kejadian tersebut di telepon. Ia mengatakan ibunya telah mengalami stroke dan tidak mampu bergerak dengan baik, dan bulan lalu dia patah kakinya. Ding selanjutnya mengatakan bahwa karena tulang ibunya sudah rapuh dan tipis, duduk di kursi roda pun tidak cocok baginya, bagian kaki yang patah dapat dengan mudah terluka jika ia menabrak sesuatu. Sebagai pilihan terbaik, ia memutuskan menggunakan kain pembungkus untuk membawa ibunya ke rumah sakit.

Menurut Mo, ayah Ding meninggal pada 2006 dan ibunya mengalami depresi setelah kehilangan suaminya. Dia mengajak Ding untuk membawanya kembali ke daratan Tiongkok untuk bertemu dengan para kerabatnya di sana. Ding pun menurut. Pada saat itu, ia baru saja naik pangkat di Biro Investigasi. Kemudian, Ding mengajukan pensiun dini agar ia dapat mengurus ibunya telah telah tua dan lemah. Salah satu upaya Ding dalam mengurus ibunya adalah membawanya ke rumah sakit dengan cara yang menghebohkan tersebut.

Renungan :

Sukho Punnassa Uccayo
Kebahagiaan datang dari menumpuk jasa kebajikan
(Khuddaka Nikaya)

Merawat ayah dan ibu adalah termasuk salah satu upaya menumpuk jasa kebajikan.
Karena itu, rawat dan sayangilah ayah ibu dengan ucapan, perilaku dan pikiran yang baik.
Tanpa adanya ayah ibu, anak tidak akan pernah terlahirkan.
Tanpa terlahirkan sebagai manusia, seseorang sulit untuk meningkatkan kualitas batinnya.
Karena itu, setelah terlahir sebagai manusia pergunakan waktu hidup ini dengan sebaik-baiknya.
Laksanakan Jalan Mulia Berunsur Delapan dengan tekun dan bersungguh-sungguh.
Tingkatkanlah kualitas batin agar segera terbebas dari ketamakan, kebencian maupun ketidaktahuan.
Itulah kebahagiaan tertinggi dalam Dhamma.

Senin, 12 Maret 2012

KIAT SUKSES CHANG RONG FA

Beliau adalah seorang pe-bisnis yang sukses, beliau bermarga CHANG namanya Rong Fa ( chang rong fa ) memberikan bberapa kiat kiat mutiara sukses.

1. Di dalam hidup ini jangan terlalu cepat putus asa ,karena nasib bisa berubah , semua ini harus bisa kita terima. dengan semangat yang gigih untuk melawan kegagalan.

2. Bicara kepercayaan, adalah modal dasar untuk setiap manusia idalam bisnis harus saling mengerti

3.kecuali menjadi perampok, semuanya sangat gemar untuk belajar dan cari tahu, hati yang ingin belajar itulah guru yang terbaik.

4.keluar negeri jangan disia siakan, begitu saja, tdk mengerti harus tanya, walaupun ditertawain sekali ngak apa apa daripada ditertawai seumur hidup.

5.Bisa bekerja adalah kebahagiaan yang paling besar

6.anak muda jangan mengeluh sama langit, bumi dan orang tua, harus belajar untuk memikul tanggungan

7.Asal kehidupan perekonomian lumayan, maka harus berbuat kebajikan

8.Setiap manusia bagaimana kemampuannya, pasti bisa menjadi manusia yang berguna

9.Hemat harus sesuai hati nurani, mengeluaran uang harus pikir pikir, sesuai kebutuhan.

10. inilah Moral kebajikan yang membuat dirinya sukses.

FILOSOFI HIDUP : PENSIL

Sebatang pensil sebenarnya mempunyai LIMA kualitas unggulan yang bisa menjadi pedoman saat kita menjalani kehidupan ini:

1: Mengingatkan bahwa seperti sebuah pensil ketika menulis, ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan.

2: Proses meraut, seakan membuat pensil menderita. Tetapi setelah selesai, ia tajam kembali. Begitu juga dengan kita, harus berani menerima penderitaan/tantangan, karena itu semua membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas.

3: Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus demi memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa memperbaiki kesalahan dalam hidup ini bukanlah suatu hal yang buruk :)

4: Bagian yang paling bermanfaat dari pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalamnya! Begitu pula dengan kita, harus selalu memupuk hal-hal baik yang ada di dalam diri sendiri.

5: Pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Kita pun demikian. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan bisa menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.

7 Karakter Kaya Mental

TUJUH karakter “kaya mental” yang bisa kita praktikkan untuk mencapai cita2!

1. Selalu berpikir positif
Salah satu kunci sukses adalah berpikir serba mungkin. Pikiran positif akan mengarahkan kita pada berbagai pencapaian yang terukur dan terencana.

2. Punya integritas (konsisten dengan prinsip; kejujuran)
Memiliki integritas akan membuat kita menjadi sosok yang bisa dipercaya dan memancarkan kewibawaan untuk melaksanakan semua tugas.

3. Tanggung jawab
Tugas/pekerjaan yang ada tentunya harus dilaksanakan dengan sepenuh hati untuk selalu memberikan hasil maksimal.

4. Disiplin
Bangsa yang maju, pasti memiliki kedisiplinan yang tinggi (bekerja dengan ritme yang teratur, tepat waktu, tertata rapi). Kedisiplinan membentuk kita menjadi pribadi-pribadi dengan karakter positif.

5. Menghargai orang lain
Menghormati kewajiban dan hak masing2 individu, bekerja dan saling dukung dengan fungsi dan peran masing-masing, serta mampu menempatkan diri di tengah masyarakat, adalah “kekayaan mental” yang akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan.

6. Selalu berpikir ke depan
Dengan selalu berpikir “one step ahead”, kita bisa menentukan target besar dan menantang untuk diraih. Kita juga terbiasa untuk menyiapkan perencanaan yang matang.

7. Sadar bahwa tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Semua pasti butuh proses. Semua pasti mengalami halangan dan rintangan. Dan sebenarnya, justru semua itulah yang akan membentuk kita menjadi manusia kaya mental, untuk meraih kesuksesan.

Jumat, 09 Maret 2012

10 Kepribadian Luar Biasa

1. Tulus--Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi.

2. Rendah hati--Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain.

3. Setia--Orang yang setia bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak berkhianat.

4. Positive Thinking--Orang berpikiran positif selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun.

5. Ceria--Artinya bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh, dan selalu berusaha meraih kegembiraan.

6. Tanggung jawab--Ia akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau salah, berani mengakuinya dan tidak mencari kesalahan orang lain.

7. Percaya Diri--Mampu menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan orang lain. Juga mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

8. Berjiwa Besar--Ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar!

9. Easy Going--Maksudnya, tidak suka membesar-besarkan masalah kecil atau berusaha mengecilkan masalah besar. Dia tidak mau pusing dengan masalah yang berada di luar kontrolnya.

10. Empati--Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Kamis, 08 Maret 2012

Pola Pikir yang Berbeda

Alkisah, ada sebuah keluarga sederhana. Gagal panen yang dialami oleh sang ayah pada suatu musim, menyebabkan dia merasa kecewa, marah, dan frustasi. Maka, untuk menghilangkan kesedihan, stres, dan waktu yang terasa lama, sebagai pelarian, tanpa disadari, dia mulai terbiasa minum minuman keras hingga mabuk.

Keadaan alam yang tak kunjung membaik, akhirnya membuat kondisi si ayah makin memburuk. Hingga pada suatu hari, dia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri karena terjatuh di saat mabuk dan akhirnya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan.

Lima belas tahun kemudian, dua orang anak yang ditinggalkan oleh sang ayah telah menjadi pemuda yang tumbuh dengan kepribadian yang berbeda. Si bungsu menjalani hidupnya di penjara karena kasus perampokan.

Saat ditemui sahabatnya, dia tertunduk lesu dan mengeluh, “Semua ini gara-gara ayahku. Dia itu seorang pemabuk dan penjudi. Dia tidak pernah mendidik aku dengan baik. Keluargaku bangkrut dan berantakan. Aku tidak bisa sekolah lagi. Beginilah aku sekarang. Sudah nasibku seperti ini..”

Berbeda dengan si kakak yang juga menetap di daerah yang sama. Dia berhasil dan sukses mengelola usahanya. Ketika bertemu dalam suasana kangen dan gembira, si sahabat spontan bertanya, “Sobat, aku telah bertemu dengan adikmu di penjara. Kalian dari latar belakang keluarga yang sama, lalu, apa yang membuat kamu berbeda dengan saudaramu dan bisa sukses seperti ini?”

Dia menghela napas panjang dan menjawab, “Sudah terlalu banyak penderitaan dalam hidupku dan keluarga kami, aku hanya bertekad untuk mengakhirinya, bebas dari kemiskinan. Melihat ayahku mengakhir hidupnya seperti itu, ah... aku benar-benar tidak ingin bernasib seperti ayahku. Dan yang pasti aku ingin membahagiakan ibuku. Makanya, aku berusaha mati-matian untuk berjuang dan berusaha hingga hasilnya seperti yang kamu lihat sekarang ini.”

Sambil menerawang dia melanjukan, “Sayangnya, adikku berpikir lain. Aku sudah berusaha, bukan hanya sekali tetapi berulangkali mengajak dia untuk mengikuti aku bekerja, tetapi karena kemalasannya dan pengaruh pergaulan yang buruk, dia memilih jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan. Yah…sungguh sangat disayangkan, dia harus berakhir di penjara seperti hari ini.”

You are what you think! Artinya, “Anda adalah apa yang Anda pikirkan”! Jika seseorang mampu memimpin dirinya dengan sikap mental yang positif dan benar-benar mau berusaha keras untuk mengubah nasibnya, tentu kehidupan sukses akan dapat diciptakan.

Selasa, 06 Maret 2012

Maafkan Aku Mama

Baru terasa kelembutan hati Mu ketika aku sedang kesepian ,
baru terasa kehangatan Mu ketika aku sedang kedinginan,
baru terasa keberadaan Mu ketika aku sedang sendirian,
baru terasa Kau ada ketika Kau telah tiada.

Mengapa ketika Kau masih ada aku menepis kelembutan Mu,
aku mengelak kehangatan Mu, aku menolak keberadaan Mu,
malah kadang aku menganggap Mu tiada.

Papa Pekerja Sapu Lantai

Anakku....walaupun Papa hanya sebagai pekerja sapu jalan, tetapi itu sudah cukup bersyukur dengan apa yg sudah Papa dapatkan saat ini... Melihat keceriaan dan senyum manismu sudah memberikan kepuasan didalam lubuk hati Papa, Semoga keharmonisan dan kebahagiaan selalu tidak berkurang meskipun kita hidup serba sederhana.

Jumat, 02 Maret 2012

Kejujuran Membawa Berkah


"Bila kamu bekerja dengan jujur dan dapat dipercaya, mungkin sesuatu yang baik akan menghampiri."

Pernyataan itu sangat bijak, inspiratif, dan filosofis.Terbayang orang yang mengungkapkannya adalah seseorang yang sederhana, orang yang bekerja tanpa pamrih, tekun, dan tak banyak menuntut. Dan itulah gambaran Indra Tamang, si pengungkap pernyataan itu. Ia seorang lelaki kelahiran Nepal 58 tahun lalu, yang kisahnya telah menjadi berita besar di Amerika Serikat.Melihat apa yang dialami Indra sekarang, pernyataan tadi menjadi makin berharga karena imbalan kejujuran dan ketulusan menjadi sesuatu yang tak berbatas. Bahkan melebihi yang dibayangkan seseorang!

Pada akhir tahun 1960-an, Indra masih bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran di Kathmandu, Nepal. Ia amat cekatan. Dan kepandaiannya memasak, menata meja, dan melayani tamu restoran membuat Charles Henri Ford, seorang penulis & fotografer, terkesan. Pertemuan Ford dan Indra tak hanya sekali. Apalagi Ford kemudian membeli rumah di Kathmandu sehingga mereka bisa sering bertemu.

Ford akhirnya mengangkat Indra menjadi pembantunya. Pertama-tama Indra dimintanya membeli barang-barang kebutuhan pokok dan mengantar surat menggunakan sepeda. Lama-lama Indra juga diajak belajar fotografi. Bahkan Indra kemudian ikut serta dalam petualangan Ford bersama rekan-rekannya menjelajahi Kathmandu-Iran-Afganistan, Pakistan, dan India.

Pada tahun 1973 Ford memutuskan kembali ke AS dan mengajak Indra Tamang ikut. Indra tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan kemudian menjadi pelayan Ford di Negeri Paman Sam. Ford sendiri bukanlah tokoh sembarangan. Dengan profesinya itu, Ford merupakan tokoh terpandang yang tinggal di kompleks elit Dacota, New York.

Sahabat

Bagi Indra, Charles Ford tak sekadar tuannya. Ia juga sahabat. Ini diakui Indra kemudian. "Antara saya, Ford dan Ruth (adik Charles Ford), terikat pertemanan yang mendalam," ujarnya. Indra meski tetap sederhana sering diminta Charles Ford untuk memotret acara-acara resminya bersama Ruth. Bahkan hasil karya Indra ikut juga dibukukan Ford. Kedekatan Ford dengan Indra dibuktikan juga ketika Ford mengikuti agama Indra, untuk memeluk Buddha.

Indra memang pelayan yang setia dan jujur. Itulah kenapa Ford mempertahankannya hingga akhir hayatnya. Charles Ford meninggal pada tahun 2002 dalam usia 89 tahun.Berati Indra melayaninya sekitar 38 tahun.

Sepeninggal Charles Ford, Indra beralih melayani sang adik, Ruth Ford, yang merupakan mantan artis dan model Hollywood. Kebetulan antara apartemen Charles Ford dan Ruth tak berjauhan. Sebenarnya Indra sudah melayani Ruth sejak wanita ini sakit-sakitan ketika kakaknya (Charles Ford) masih hidup.

Indra sendiri, di Negeri Paman Sam, menikah dengan seorang wanita Nepal pilihannya. Ia hidup sederhana di distrik Queens, New York. Meski tak tinggal di apartemen Ruth, Indra bisa mengurus Ruth dengan telaten. Padahal Ruth sendiri punya pembantu di apartemennya. Setiap kali Ruth meminta bantuan, ia akan datang memberi pertolongan. Bahkan Indra bisa mengorbankan hari-harinya bersama keluarga untuk melayani Ruth.

Mungkin itulah yang membuat Ruth terkesan dan percaya.Ketika Ruth meninggal Agustus tahun lalu dalam usia 98 tahun, kekayaan peninggalannya bukannya diwariskan ke putrinya. Ruth malah mewariskan dua apartemen dan isinya pada Indra. Total harta yang diwariskan ke Indra itu mencapai 5,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 50 miliar. Kontan saja Indra jadi orang kaya baru di Dacota, New York.

"Terima kasih, ayah dan ibuku telah melahirkan saya, dan terima kasih Mississippi (kota kelahiran Charles Ford) telah membawa Charles ke saya. Dan terima kasih padanya (Charles) dan Ruth yang membuat saya jadi seorang New Yorker sekarang," ujarnya.

Cerita Indra Tamang ini baru terungkap belakangan setelah wartawan Associated Press menelusuri kisah Indra yang berubah dari orang dusun di Nepal menjadi seorang kaya di New York. Dan yang mengubah semua itu adalah kejujuran dan kepercayaan.

Anak Autis Bergelar Doktor

Nama Temple Grandin memang kurang dikenal di Indonesia. Namun, namanya sudah sangat dikenal luas di Amerika Serikat, terutama jika dihubungkan dengan dunia autisme. Tapi, kini kita bisa melihat kisah perjalanannya melalui film televisi berjudul Temple Grandin yang dibintangi Claire Danes.

Temple Grandin lahir di Boston, Massachusetts pada 29 Agustus 1947. Sebelum didiagnosis mengidap autis pada 1950, awalnya Grandin didiagnosis mengidap kerusakan otak ketika berusia dua tahun. Ia pun dimasukkan ke sebuah kelompok bermain yang guru-gurunya dianggap bisa memahami kondisi Grandin. Sesuai saran dokter, Ibu Grandin menyewa seorang terapi wicara.

Ketidakmampuan untuk berbicara membuat Grandin frustrasi. Jika seorang dewasa berbicara langsung kepadanya, ia dapat memahami apa yang mereka katakan, tapi ia kesulitan mengeluarkan kata-kata yang ingin diucapkan. Terapis wicara itu tahu betul bagaimana cara masuk ke dalam dunia Grandin. Ia akan memegang dagu Grandin dan membuat Grandin menatap matanya dan kemudian berkata sepatah kata. Jika si terapis terlalu memaksa, Grandin biasanya akan mengamuk (tantrum). Namun, semua ketidaknyamanan ini memang harus dialami Grandin. Karena tanpanya, tidak akan ada perkembangan berarti yang bisa dicapai Grandin saat itu.

Akhirnya pada usia empat tahun, Grandin mulai bisa berbicara dan mulai memperlihatkan perkembangan dari waktu ke waktu. Grandin menyebutkan bahwa masa-masa sekolah dasar dan menengah merupakan masa terburuk dalam hidupnya. Ia merupakan ”anak aneh” yang menjadi bahan ejekan dan lelucon anak-anak lainnya. Untuk membantu perkembangan kondisinya, Grandin mengonsumsi obat anti depresi secara teratur dan menggunakan ”squeeze-box” (mesin peluk) yang diciptakannya pada usia 18 tahun sebagai bentuk terapi personal. Beberapa tahun kemudian, kondisinya itu dapat dikenali dan ia didiagnosis menderita sindrom asperger, salah satu gejala autisme.

Meski perjuangan belajarnya bisa dikatakan habis-habisan, Grandin mampu menyelesaikan sekolahnya di Hampshire Country School di Rindge, New Hampshire. Setelah itu, ia meneruskan pendidikannya ke universitas. Ia berhasil meraih gelar sarjana jurusan psikologi dari Franklin Pierce College pada 1970, gelar master jurusan pengetahuan binatang dari Arizona State University pada 1975, dan gelar doktor jurusan pengetahuan binatang dari University of Illionis di Urbana Champaign pada 1989. Bagi seorang penyandang autis, tentu prestasinya ini sangat luar biasa.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Grandin menggunakan pengalamannya sebagai penyandang autis untuk memberikan konsultasi dalam mengenali autis sejak dini. Ia juga memberikan konsultasi kepada para guru, sehingga dapat memberikan penanganan langsung kepada anak autis dengan cara yang lebih tepat. Grandin pun akhirnya dianggap sebagai pemimpin filosofis bagi gerakan kesejahteraan binatang dan konsultasi autis.

Kedua gerakan itu pada umumnya berhubungan dengan karya-karya tulis Grandin yang bertemakan kesejahteraan binatang, neurologi, dan filosofi. Pada 2004, ia meraih penghargaan Proggy untuk kategori ”Visionary” dari People for the Ethical Treatment of Animals. Karya-karya tulisnya mengenai autisme yang ditulisnya dari sudut pandang penyandang autis, sangat membantu para ahli dan dunia kedokteran dalam membantu penanganan autis. Karya-karyanya, antara lain “Journal of Autism and Developmental Disorders” dan “Emergence: Labelled Autistic”.

Luar biasa sekali prestasi yang dicapai Dr. Temple Grandin. Tentunya, hal ini menjadi pencerahan bagi para penyandang autis dan gangguan perkembangan lainnya di seluruh dunia.