Laman

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

Cintai Keluargamu

Jika kamu mengira bahwa ibumu atau istrimu tidak melakukan apa-apa, silahkan simak gambar yang telah dilampirkan.

If you think your mother or your wife do nothing, just see this picture. Share if you love your Mother or Wife.

Kamis, 29 November 2012

Demi keluarga, Gao Meiyun usia 70 menjadi pengantar air

Demi keluarga, Gao Meiyun usia 70 tahun
MASIH menjadi pengantar air

Seorang wanita renta dengan berat badan hanya sekitar 37,5 Kg,  usia 70 tahun yang tinggal di Distrik Shijingshan Beijing mungkin menjadi wanita tertua sebagai pengantar air di kota tersebut.
Gao Meiyun sejak 2006 bekerja sepanjang hari mulai pukul 06.00 hingga jam 22.00. Setiap hari ia mengatar sekitar seratus galon  air minum  ukuran 20 kg ke berbagai apartemen dan banyak perkantoran di Beijing bagian Barat. Hal ini diberitakan oleh salah satu artikel di China Foto Press.
Gao Meiyun yang sudah hidup sebagai janda tinggal bersama dengan anaknya yang lumpuh dan cucu yang cacat mental.  Cucunya mengalami  kecelakaan lalulintas pada tahun 2008. Kadua kakinya harus dioperasi. Gao harus berhutang kepada orang-orang di sekitarnya untuk membayar biaya pengobatan cucunya tersebut. Namun, hutang yang sudah sedemikian banyak masih kurang untuk menyelesaikan pembayaran pengobatan anaknya. Mereka bertiga tinggal dalam kamar sempit ukuran 20 m2 tanpa pengatur udara namun justru dipenuhi dengan botol air mineral di setiap sudut ruangan. Uang yang ia peroleh sebagai pengantar air mineral dalam galon menjadi satu-satunya penghasilan untuk hidup sehari-hari sekaligus untuk membiayai pengobatan anaknya.
Gao Meiyun menjadi sangat terkenal di masyarakat karena hampir tidak ada orang seusianya yang bekerja berat serta membutuhkan ketahanan fisik seperti itu. Namun, sejauh para pelanggan memerlukannya, Gao setiap saat pasti siap mengantarkan pesanan air minum galon tanpa memperdulikan cuaca. Tertatih-tatih ia menaiki satu persatu anak tangga menuju ke tempat pemesannya. Ia juga mengatakan bahwa keluarganya adalah motivasi untuk melanjutkan pekerjaan beratnya.
Gao Meiyun yakin bahwa suatu ketika anaknya akan menggantikan usahanya. Namun, kenyataan, anaknya tidak mampu melakukan hal itu karena masalah kesehatan yang ia derita.  Sayangnya, Gao Meiyun sendiri sekarang mengalami gangguan kesehatan. Ia menderita batuk yang cukup parah. Tubuhnya juga  menjadi bongkok karena bertahun-tahun mengangkat ratusan botol air mineral yang sedemikian berat.
Akhir-akhir ini ada beberapa sukarelawan yang membantunya setiap hari Rabu. Ada para donatur yang  membantu keuangannya pula. Disebutkan dalam salah satu sumber, sejak berita ini muncul di surat kabar dana yang telah diterima Gao Meiyun  sebesar 100.000 yuan ($ 15,016,59). Setiap bulan pemerintah juga telah memberikan bantuan sebesar 3.000 yuan ($ 450,50) yang hanya cukup untuk biaya hidup namun bukan biaya pengobatan. Sekolah tempat cucunya belajar juga telah memberikan bea siswa secara penuh alias gratis.

Apakah hikmah yang dapat dipetik dari kisah nyata ini?
Bahwa dalam kehidupan, seseorang hendaknya memiliki kemampuan menerima kenyataan sebagaimana adanya. Jangan mengeluh pada segala kesulitan yang dihadapi. Segala cara harus diupayakan agar semangat hidup selalu berkobar. Ubah pola pikir agar menjadi lebih positif. Jalani kehidupan dengan kesadaran setiap saat. Kebahagiaan dalam batin akan dapat dirasakan.

Senin, 23 April 2012

Kisah Karpet

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki. Segala urusan rumah tangga mulai dari urusan belanja, cucian, makan, kebersihan, dan kerapian rumah dapat ditangani sang ibu dengan baik. Rumah selalu tampak rapi, bersih, dan teratur. Sang suami dan anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu. 
 
Namun ada satu masalah: ibu yang sangat resik (suka dengan kebersihan) ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Dia bisa marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, sehingga suasana rumah menjadi tidak enak selama seharian penuh.

Karena agak mengganggu kedamaian dalam keluarga, sang ibu disarankan keluarganya untuk menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir. Pada Virginia inilah, sang ibu mencurahkan masalahnya. Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum dan berkata, "Ibu cobalah menutup mata ibu dan bayangkan apa yang akan saya katakan." Sang ibu mengikuti permintaan Virginia.

"Sekarang, bayangkan rumah ibu yang rapi dan karpet ibu yang bersih, tak ternoda, dan tanpa jejak sepatu. Bagaimana perasaan ibu?" lanjut Virginia.

Sambil tetap menutup mata, senyum ibu itu merekah. Mukanya yang murung berubah cerah. Dia senang dengan bayangan yang dilihat di benaknya.

"Itu artinya tidak ada seorang pun di rumah ibu. Tak ada suami, tak ada anak-anak. Tak terdengar senda gurau dan tawa ceria mereka. Rumah ibu sepi dan kosong tanpa orang-orang yang ibu kasihi."
Mendengar ucapan psikolog tersebut, seketika muka sang ibu berubah keruh. Senyumnya langsung menghilang. Di antara helaan napasnya terdengar suara isak. Perasaannya terguncang. Pikirannya langsung cemas membayangkan apa yang tengah terjadi pada suami dan anak-anaknya.

Virgina meneruskan sesi terapinya. "Sekarang, coba ibu lihat kembali karpet itu. Ibu melihat jejak sepatu dan kotoran di sana. Itu artinya suami dan anak-anak ada bersama Ibu dan menghangatkan hati ibu." Dengan kalimat-kalimat ini, sang ibu mulai tersenyum kembali.

"Sekarang, bukalah mata ibu." Setelah sang ibu membuka matanya, Virginia bertanya, "Bagaimana, apakah karpet kotor masih menjadi masalah buat ibu?" Ibu itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Kotoran di atas karpet atau di benda mana pun masih bisa diusahakan untuk dibersihkan, sehingga kondisinya bisa kembali bersih. Namun apabila yang menjadi "kotor" adalah hubungan keluarga kita (baca: hilangnya kehangatan dan cinta kasih dari orang-orang terkasih), bagaimanakah kita bisa "membersihkannya" (baca: menemukan kembali kehangatan kasih keluarga)?