Laman

Kamis, 16 Februari 2012

Anak Jalanan

Tahu kah kau...Lampu merah adalah taman bermain kami..
Tempat berlari,menari,dan menyanyi
Kaki kami melepuh tanpa alas ditengah teriknya matahari
Cuma berharap secuil keibaan dari wahai tuan yg berada dikereta emas..
...
Terkadang...
Belum tentu dapat lemparan koin itu..
Bahkan caci dan maki yg kami terima..
Atau mereka hanya terdiam dibalik topeng keserakahan..
Tak ada kata lelah dari keringat dan suara yg kami teriakan..
Apakah yg kudapat ini dapat memberi makan cacing-cacing di perutku yg sdh menjerit.
Jika malam datang tak berbintang...
Tetap kami tatap langit dgn senyuman dan doa kecil..
walau basahnya hujan bercampur tetesan air mata..
Tetap memerankan peran yg sdh tergaris di tangan kami..
Semoga bisa kenyang malam ini dan dpt terlelap dgn mimpi...
Lihatlah...
Apakah tidak jelas dimatamu yg kami derita..
Dari bayi merah kami sdh berkerja dgn tangisan..
Berteman debu dan asap kepedihan yg terhirup
Dan bahkan dilahirkan kami tak tahu siapa induk kami..
Sudah tak terhitung harga diri kami diperjual belikan layaknya sampah..
Bahkan sengaja tubuh kami tercacatkan tuk menggantikan organ tuk kesempurnaan kaum tuan.
Nasib kami seperti budak...
Seperti keledai yg terus dicambuk penderitaan yg tak berakhir
Mohon...
kami mohon...
Lihatlah...
Dan dengarlah...
Jangan kau berpura-pura buta dan tuli...
Raihlah tangan kami walau hanya ujung jarimu yg tersentuh...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar