Laman

Selasa, 05 Maret 2013

Pengemis Jujur dan Sumbangan Rp1,5 Miliar

Hampir saja kebaikan Sarah Darling berakhir pilu bagi dirinya. Ketika ia berjalan di pinggir jalan di dekat jembatan dekat Kansas City, Missouri, ia melihat Billy Ray Harris duduk sambil menadahkan cangkir meminta belas kasihan. Tak pikir panjang ia pun membuka dompetnya dan dengan buru-buru memberikan uang receh pada Harris. Setelah itu segera pergi.

Setelah sampai ke rumah ia merasa kehilangan cincin pernikahannya. Setelah dicari ke sana ke mari, tak juga ditemukan, termasuk membuka dompetnya. Satu kemungkinannya adalah, cincin itu ikut terbawa saat memberikan uang receh pada Harris. Sehari sebelumnya ia memang mencopot cincin itu ketika jarinya sakit.

Besoknya ia kembali ke tempat biasa Harris meminta-minta. Kebetulan tunawisma itu masih di sana. “Saya tidak yakin Anda masih ingat saya," kata Sarah Darling pada Harris. "Tetapi sepertinya saya dengan tak sengaja memberikan sesuatu yang berharga pada Anda,” katanya lagi.

“Apakah sebuah cincin?” tanya Harris. “Saya menyimpannya buat Anda,” ujarnya lagi. Harris lalu memberikan cincin itu pada Sarah Darling.

Tentu saja Sarah Darling gembira luar biasa. Ternyata ia bisa mendapatkan kembali cincin yang sebelumnya tak yakin bisa ia temukan. “Cincin itu sangat berharga bagi saya. Itu tak ternilai,” katanya.

Sarah Darling menceritakan suka citanya pada suami dan juga teman-temannya. Di antara temannya itu kemudian menceritakan kisah itu ke stasiun TV lokal, KCTV. Ternyata cerita itu berkembang dan mendapat sambutan luar biasa baik dari koran lokal maupun internasional. Banyak teman-teman Sarah ingin memberi sumbangan pada Harris karena sikap baiknya itu. Karena banyak, Sarah terinspirasi untuk membuka akun sumbangan di website khusus fundraiser (pengumpulan dana) Five Forward (Giveforward.com).

Belum sebulan sudah ada 6200 lebih yang memberi sumbangan pada Harris melalui website itu. Dan nilai yang terkumpul mencapai US$150.000. Dengan kurs rupiah saat ini itu berarti hampir Rp1,5 miliar.

Ketika CNN mewawancara Harris, tunawisma itu mengatakan, “Saya senang menderngarnya, tetapi saya tak berpikir saya pantas mendapatkannya,” katanya. Menurut Harris, kakeknya mengajarkan betapa pentingnya kejujuran.

Sarah Darling sendiri baru akan memberikan uang itu setelah tiga bulan. Masih ada 79 hari lagi bagi yang ingin menyumbang Harris.

Sebenarnya kebaikan tak selayaknya diukur dengan uang karena itu jauh lebih berharga dari nilai uang berapa pun. Namun tatkala ukurannya sulit ditentukan, apa yang diperoleh Harris itu menunjukkan hal yang berharga. Ternyata masih banyak orang yang jujur dan juga banyak orang yang mau mengapresiasi kejujuran orang lain. Dana yang terkumpul itu menunjukkan bahwa betapa nilai kejujuran begitu mahal harganya.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar