Laman

Rabu, 30 Mei 2012

Mematahkan Prediksi

Karena cuaca dingin dan ingin mendapatkan kehangatan, dua orang anak Amerika berusia 8 tahun menuangkan bensin di kompor sekolahnya. Ledakan hebat pun terjadi dan merenggut nyawa salah seorang di antaranya. Sementara anak yang satunya mengalami luka bakar parah di kaki dan seorang dokter menyarankan segera diamputasi agar tidak menyebarkan infeksi. Tetapi orangtuanya berkata, 'Kita tunggu dulu beberapa hari.'

Setelah beberapa hari, dokternya melihat bahwa kaki anak itu mulai sembuh tetapi kaki kirinya lebih pendek 6,4 cm. "Wah.. anak ini tidak akan pernah bisa berjalan." Begitu prediksinya. Tapi beberapa minggu kemudian, ternyata anak itu bisa berjalan dengan bantuan tongkat penyangga dan kembali memulai aktivitasnya.

Orang-orang yang melihatnya menilai, "Kasihan ya, anak ini tidak akan bisa berjalan tanpa tongkat!" Tetapi dalam waktu beberapa minggu, anak itu membuktikan bahwa ia bisa berjalan tanpa tongkat. Lagi-lagi banyak orang berkata, "Bocah ini bisa berjalan tapi tidak akan pernah bisa berlari!" Tetapi si anak mulai belajar berlari.

Tahukah Anda bahwa anak yang dimaksud dalam cerita ini adalah Glenn Cunningham (1909-1988) yang telah mencetak rekor-rekor dunia untuk cabang atletik (lari 1 mil & 800 meter). Pada masa jayanya, ia berhasil menempuh jarak 1 mil dengan waktu terbaik 4:04.4.

Bagaimana bisa seorang anak yang DIPREDIKSI menderita kelumpuhan namun kenyataannya berhasil menjadi seorang JUARA di lintasan lari? Tidak lain, karena ia punya semangat pantang menyerah pada keadaan. Dan itulah yang menjadi kekuatannya.

Apakah Anda merasa gagal karena selalu diprediksi negatif oleh lingkungan? Ingat, hidup kita tidaklah bergantung pada prediksi orang. Hidup kita bergantung pada pola pikir, mentalitas, dan usaha. Dan itu semuanya menjadikan kita lebih dari seorang pemenang dalam kompetisi. Kita akan menjadi 'pemenang kehidupan.'

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar