Laman

Senin, 08 Oktober 2012

Dari Panti Asuhan Jadi Model Dunia

Fior Mendez mengaku tak menyangka ia bisa menjadi salah satu model dalam peragaan busana karya Nzinga Knight, desainer Muslim AS asal Karibia, dalam rangka New York Fashion Week, pada awal September lalu. Padahal dua bulan lalu nasibnya belum menentu dan hampir jadi gelandangan di negaranya, Republik Dominika.
 
Pada saat usianya 13 tahun, ibunya menyerahkan ia ke panti asuhan karena tak mampu membiayai hidupnya. Saat itu sang ibu, yang menjadi orangtua tunggal, harus membesarkan empat orang anak. Sejak saat itu Mendez kecil jadi penghuni panti asuhan Orfanato Niños de Cristo, di La Romana, Republik Dominika. Ia beruntung karena bisa mendapat perlakuan memadai di panti itu. Maklum banyak anak di panti asuhan Dominika yang jatuh ke jurang prostitusi.

Selama delapan tahun di panti, ia mengemukakan cita-cita yang tak umum bagi kalangan anak-anak di panti itu. Dengan memiliki tubuh yang tinggi semampai, 178 cm, Mendez selalu bilang, bahwa ia ingin jadi super model. Untuk itu ia paling suka menonton televisi pas ada acara peragaan busana. Dan setelah itu ia bergaya di depan cermin bak super model.

Cita-cita itu diketahui oleh seorang sukarelawan yang juga menjadi pendukung panti asuhan itu, dengan mendirikan pusat pelatihan komputer di dalam panti. Namanya Andy Stein. Stein kemudian menyarankan Mendez agar memperdalam bahasa Inggris. Dan agar proses belajarnya cepat ia menawarkan Mendez pindah ke New York.

Tentu saja tawaran itu disambut gembira Mendez. Apalagi awal tahun ini usianya melewati 21 tahun yang artinya ia tak boleh lagi tinggal di panti. Ia bahkan hampir jadi gelandangan setelah keluar dari panti itu karena tak tahu apa yang harus dilakukan. Untung Mendez kembali bertemu Stein. Dua bulan lalu ia bersama Stein dan seorang teman perempuan Stein tiba di New York. Di sana Mendez dikenalkan pada Prince Riley, pendiri Signature Talent Agency, perusahaan pencari bakat untuk dijadikan model. Ia pun diikutkan dalam beberapa casting, salah satunya untuk peragaan busana karya Nzinga Knight, perancang Muslim AS yang akan ikut dalam New York Fashion Week.

 Ternyata, berkat seringnya ia berlatih sendiri, Knight setuju menjadikan Mendez sebagai modelnya. "Saat ia berjalan saya melihat ekspresinya yang mengagumkan dan ia memiliki kecantikan yang natural," puji Knight. Maka awal September kemarin Mendez pun melenggang di catwalk New York dan mendapat peliputan media yang luas. Peristiwa itu terjadi dua minggu setelah ia tiba di New York dengan bahasa Inggris yang masih belepotan.

"Saya sampai tak percaya bisa jadi model di New York," kata Mendez. Keberhasilan itu juga menunjukkan bahwa memiliki cita-cita itu penting. "Saya ingin tunjukkan pada anak-anak di panti asuhan bahwa jika kita berdedikasi tinggi kita bisa melakukan sesuatu. Bahkan saat kita sedih jangan abaikan untuk tetap punya harapan," katanya. Keberhasilannya itu sebagai contohnya. Atas keberhasilannya itu bahkan ada media yang menyebutkan Mendez bak Cinderella.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar