Laman

Selasa, 05 Juni 2012

Inpsirasi dari Matt Woodrum, Penderita Cerebral Palsy

Nama Matt Woodrum, 11 tahun, tiba-tiba jadi pergunjingan. Tak hanya dari teman-teman dekatnya, tetapi juga dari belahan dunia lain. Usahanya menyelesaikan lari 400 meter sangat inspiratif dan menghebuskan semangat pantang menyerah pada setiap orang.
 
Matt adalah siswa kelas lima di Colonial Hills Elementary School, Ohio. Pada 16 Mei 2012 kemarin ia mengikuti Filed Day di sekolahnya, di antaranya dengan mengikuti lomba lari.

Meski hari sudah mulai terik Matt tak mau kehilangan kesempatan untuk ikut lari 400 meter. Matt adalah penderita penyakit cerebral palsy kategori spastic. Karena penyakit itu otot-ototnya kaku. Ia pun mengalami catat dengan bentuk kaki yang tidak sempurna sehingga menyulitkannya bergerak. Meski begitu Matt selalu tertantang untuk ikut bermain seperti anak-anak normal, seperti berlari, main bola, main baseball dengan teman atau kedua saudaranya.

Hari itu Matt membuktikan hal lain. Ketika peserta lari 400 meter itu berlari, Matt segera tertinggal jauh di belakang mereka. Guru olahraganya, John Blaine, segera menghampirinya ketika Matt tampak mulai berjalan. "Matt, kamu tak mau berhenti, kan?" tanya Blaine pada murid yang sudah ia tangani sejak taman kanak-kanak itu. Matt bilang, "Tidak!"

Maka Matt pun meneruskan larinya. Ia belum menyentuh garis finish ketika teman-temannya menyusulnya dari belakang. Lari 400 meter itu dilakukan dua putaran. Dan saat Matt memulai putaran kedua dengan susah payah, teman-temannya sudah menyelesaikan larinya. Melihat Matt yang tak mau berhenti, mereka kemudian menyemangati Matt agar terus berlari dengan berjalan di belakang Matt. Mereka juga bertepuk tangan sambil bernyanyi, "Let's go, Matt! Let's go! Let's go, Matt! Let's go!"


Makin lama makin banyak orang yang mendukungnya hingga seluruhnya berada di belakang Matt yang akan segera mencapai garis finish. Akhirnya Matt sampai juga. Lalu ia mendapat applause dari teman-teman dan orangtua mereka.

Video yang dibuat ibu Matt itu kemudian di-upload ke Youtube. Tak berapa lama video itu diputar hingga lebih 900.000 kali sejak muncul di Youtube 27 Mei 2012, atau seminggu. Menurut ibunya, Anne Curran, Matt memang tipe anak yang tak mau menyerah. "Ia terbiasa menahan rasa sakit, asalkan kewajibannya bisa ia selesaikan," kata Anne Curran. Termasuk saat di Field Day itu.

Matt sendiri mengaku hampir menyerah selama pertandingan itu. Namun ketika teman-temannya memberi dukungan dengan bertepuk tangan sambil nyanyi-nyanyi, nyalinya kembali menyala. "Saya terdorong untuk menyelesaikan lomba ini," ujar Matt.

Akhirnya Matt berhasil menyelesikan lomba itu. "Dia memang tidak pernah menyerah. Anak ini tak mau menyerah," kata Blaine. Dan karena itulah saat ia menghampiri Matt, Blaine hanya meakinkan apakah Matt mau berhenti atau tidak, ternyata Matt memilih meneruskan lombanya hingga selesai. "Hari itu, dialah pencapaian terbesar di kegiatan ini," kata Blaine.

 Ya, karena meski ia tak memenangi lomba itu, ia telah memenangkan hati teman-temannya untuk tak pernah menyerah dalam segala hal. Dan melalui video itu, tak hanya teman-teman di sekolahnya yang mendapat inspirasi tetapi juga siapa pun yang melihatnya. Sangat inspiratif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar