Laman

Selasa, 10 April 2012

Kekayaan Orang Miskin

Harun dan Basuki adalah tetangga dekat. Namun, kondisi mereka berbanding terbalik. Harun petani yang miskin, sedangkan Basuki seorang tuan tanah.

Meski miskin, hidup Harun terasa sangat tenang dan dia merasa bahagia. Dia tak pernah perlu repot-repot menutup pintu dan jendela rumahnya di malam hari. Setiap malam pula dia tertidur dengan nyenyaknya. Tanpa uang, Harun merasa damai.

Sementara itu, Basuki selalu saja merasa gusar. Setiap malam dia selalu menutup pintu dan jendela rumahnya. Dia tak bisa tidur dengan tenang. Dia selalu gelisah dan khawatir kalau-kalau ada orang yang menjebol peti besinya dan mencuri semua uang simpanannya. Dia merasa iri akan hidup Harun yang damai.

Suatu hari, Basuki memanggil Harun dan memberikannya sekotak uang tunai sembari berkata. "Dengarlah temanku yang terhormat. Aku sudah diberkahi begitu banyak harta, dan aku melihat keadaanmu yang miskin. Karena itu, ambillah uang ini dan semoga hidupmu membaik."

Harun begitu bahagia. Sepanjang hari itu, hatinya gembira. Malam pun tiba. Harun pergi tidur seperti biasanya. Tetapi hari ini, dia tidak bisa tidur. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan menutup pintu serta jendela. Meski begitu, dia tetap tidak bisa tertidur dengan lelap. Dia mulai mengawasi kotak uangnya. Sepanjang malam itu, dia merasa gelisah.

Begitu fajar menyingsing, Harun mengembalikan kotak uang itu kepada Basuki. Saat menyerahkan kotak itu, Harun berkata, "Temanku yang terhormat, aku memang miskin. Tapi, uangmu ini membawa pergi kedamaian dari hidupku. Tolong mengertilah aku dan terimalah kembali uangmu ini."

Pesan dalam cerita ini:

Sungguh kasihan manusia yang sifatnya seperti tuan tanah dan petani dalam cerita ilustrasi di atas. Keterikatan dengan harta membuat mereka setiap hari menderita, tidak bisa tidur pulas, dan selalu cemas karena takut kehilangan harta. Bukannya bahagia dengan harta, tapi mereka justru menderita karena sibuk menjaganya!

Namun, apakah kebahagiaan hanya bisa didapat dengan cara hidup seperti si petani tersebut, yakni dengan cara apa adanya dan tanpa harus berusaha dan bekerja keras? Sudah pasti tidak! Kita berhak menjadi sukses. Maka, untuk itu, kita pun dituntut untuk bekerja keras guna mewujudkan kehidupan sukses yang kita inginkan.

Dan alangkah baiknya jika kita memiliki cara pandang yang benar pada harta dan materi. Salah satu caranya yaitu dengan mau menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain. Sebab, dengan mau berbagi, kita sebenarnya sudah menjadi "tuan" bagi harta kita sendiri. Selain itu, menikmati kesuksesan dengan cara berbagi pada sesama pasti akan membuat hidup kita akan jauh lebih berarti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar