Laman

Senin, 23 April 2012

Richard Branson : When Risk Attract Money

Pengusaha yang satu ini boleh jadi sebagai salah satu miliarder kelas dunia yang paling nyentrik. Lihat saja penampilannya. Rambut gondrong dengan kumis dan jenggot serta cambang tipis menghiasi wajahnya. Ke mana pun dia pergi selalu berpakaian sangat sederhana, tanpa kesan berlebihan. Seperti celana jeans dan kemeja santai. Ketika mengenakan pakaian resmi pun, dia tetap terlihat sederhana. Sikap sederhana dan membumi orang Inggris ini berubah menjadi nyentrik karena dia bukan "orang biasa".

Dia adalah Richard Branson, bos dari ratusan perusahaan di bawah payung Virgin Company yang terdiri dari perusahaan rekaman musik, maskapai penerbangan, lembaga keuangan, sampai perusahaan wisata antariksa. Omzetnya per tahun mencapai miliaran dolar Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, Branson masuk ke daftar orang terkaya di dunia.


Berani Ambil Risiko
 
Salah satu tindakan yang menjadi ciri khas Branson adalah keberaniannya dalam mengambil risiko. Dia seolah tidak peduli dengan risiko karena sangat percaya diri melakukan berbagai hal yang dianggap orang lain sangat riskan. Sejumlah perusahaan yang dibangunnya memiliki risiko yang lebih besar dibanding perusahaan sejenisnya. Maskapai penerbangan bertarif rendah Virgin Atlantic, misalnya. Atau, perusahaan wisata antariksa Virgin Galactic.

"Saya lebih mempertimbangkan indra keenam sebelum memulai bisnis. Tidak terlalu banyak menghitung. Kerjakan saja!" -Sir Richard Branson-
 
Jangan heran jika Branson terus-menerus menambah jumlah usahanya sampai lebih dari 150 perusahaan. Dia tidak takut gagal, bangkrut, dan sejenisnya. Baginya, jika kita yakin dengan yang akan dilakukan, lakukanlah tanpa ragu. Keraguan hanya akan membuat usaha kita gagal. Pada abad modern ini, Branson termasuk sedikit pengusaha yang sangat cepat berekspansi ke berbagai bidang usaha.

Ternyata sifat berani ambil risiko itu sudah melekat dalam diri Branson sejak muda. Dia berani berbeda dengan orang di sekitarnya. Ketika pendidikan formal dianggap sebagai jalan keluar utama untuk masalah kehidupan, Branson tidak sepaham. Dia memutuskan berhenti bersekolah formal pada tingkat SMA. Saat itu usianya baru 15 tahun. Sebuah keputusan tidak umum di negerinya, Inggris. Namun, dia tidak peduli. Baginya, keputusan tersebut yang terbaik saat itu. Dia yakin membuka usaha sendiri lebih menjanjikan, dengan mendirikan sebuah penerbitan (majalah).

"Kalau mau berhasil dalam bisnis, buanglah buku teks. Dalam berbisnis itu yang terpenting adalah mengerjakan semuanya dengan PASSION." -Sir Richard Branson-
 
Big Passion & Business Ethic
 
Meski memutuskan berhenti sekolah, tetapi impian dan keinginan Branson sangat besar untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan, sejak berhenti sekolah, keinginannya semakin besar dan tidak bisa dihalangi lagi. "Saya menjadi nothing to lose," ujarnya memberikan alasan.

Dari berbagai sepak terjangnya, kita bisa melihat seorang Branson yang tidak terhentikan. Dia membuka usaha dan terus membuka, tanpa khawatir dengan ancaman kegagalan. Dia yakin dan percaya dengan impiannya dan mengajak seluruh pegawainya untuk bekerja bersamanya mencapai impian tersebut.

Sekilas Branson terlihat sangat cuek dan santai. Mungkin karena salah satu filosofinya adalah bekerja untuk dinikmati. Dia tidak mau terjebak dalam rutinitas yang membuatnya tertekan. Meski demikian, Branson tetap mengutamakan profesionalismenya dalam bekerja dan berbisnis. Salah satu yang paling dijaganya sebagai pebisnis profesional adalah etika bisnis. Baginya, etika bukan hanya penting melainkan harus menjadi fondasi dalam berwirausaha. Etika jauh lebih mahal dan berharga dibanding bisnis.

Dengan berbagai pendirian, sikap, dan sifat seperti itu, Branson mampu mengajak banyak orang menjadi pengikutnya. Bukan hanya di perusahaan yang dia pimpin, melainkan juga jutaan orang lain yang mengagumi sosoknya. Apa yang dikatakannya didengar dan apa yang dilakukannya menjadi teladan. Sosok pemimpin yang layak menjadi acuan dan menjadi trend-setter. Branson merupakan sosok yang mencerminkan bahwa uang akan mengejar Anda bila Anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan tidak takut akan risiko dan kegagalan.

Virgin Money, salah satu anak perusahaannya pada awalnya dibangun dengan cibiran dan keragu-raguan dari pihak lain, tetapi Branson tidak mau peduli dan tetap terus maju dengan visi dan keyakinannya. Sekarang, Virgin Money merupakan salah satu lembaga keuangan terbesar di Eropa dan Australia, dan kini mulai merambah ke belahan dunia lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar