Laman

Senin, 19 Maret 2012

Kejujuran Seorang Sopir Taksi Saksri Ketsrikaew

Di zaman sekarang bisa dikatakan sebuah nilai kejujuran seolah mahal sekali harganya. Karena itu, sekalinya ada seseorang yang masih bersedia menunjukkan nilai itu dengan keikhlasan, siapa pun itu, tindakan itu bisa disebut luar biasa!

Perbuatan mulia tersebut datang dari seorang pria bernama Saksri Ketsrikaew, seorang sopir taksi di Bangkok, Thailand. Pria berusia 56 tahun ini secara sukarela mengembalikan perhiasan emas seberat 8,2 kg senilai USD426.230 (Rp3,9 miliar) kepada pemiliknya. Barang berharga itu tertinggal di taksi miliknya sejak tiga hari.

Ia menghabiskan waktu dua hari berputar-putar Bangkok, mencari pemilik perhiasan emas itu, karena ia tak punya nomor kontak si pemilik. Ia baru menghubungi kantor polisi Bangkok setelah mendengar kabar dari sebuah radio komunitas bahwa seorang pemilik toko emas bernama Eakerat Kanokwattana (60) melaporkan kehilangan sekantong emas kepada polisi.

Namun, polisi sedikit meragukan keterangan Saksri. "Alasannya (berputar-putar dua hari mencari pemilik emas) itu tidak masuk akal. Kalau ia benar-benar berniat mengembalikan emas itu, ia tahu di mana ia menurunkan penumpangnya," tutur Letnan Kolonel Udom Sukprasert.

Dan inilah pembelaan Saksri, "Saya tidak mengembalikan emas itu segera karena saya tidak mencoba membuka tas itu sebelum mendengar siaran orang yang kehilangan emas tersebut. Saya kan tidak tahu bahwa tas itu berisi emas. Tas itu juga tidak memiliki alamat atau nomor telepon yang bisa dihubungi."

Eakerat adalah seorang pemilik toko emas di kota Ubon Ratchathani. Ia datang ke Bangkok dengan istrinya untuk berdagang emas di bagian Chinatown, Bangkok. Pada Rabu malam (7/3), mereka naik taksi menuju kawasan pinggir kota di bagian utara Bangkok.

Setelah mereka turun, Eakerat baru menyadari tasnya yang penuh berisi perhiasan emas ketinggalan di dalam taksi. Mereka kemudian melapor ke polisi, dan menawarkan hadiah bagi siapa pun yang mengembalikan emas mereka.

Saat Saksri mengembalikan perhiasan emas kepada Eakerat dalam upacara kecil yang diliput televisi, Eakerat benar-benar memberikan hadiah berupa emas kepada Saksri senilai Rp60 juta sebagai imbalan atas niat baiknya.

Saksri mengaku senang mendapat hadiah tersebut meskipun sebenarnya dia tidak mengharapkannya. Niatnya hanyalah mengembalikan emas itu kepada pemiliknya. Tindakan mulai Saksri membuat dia dipuji banyak orang di Thailand.

Dan sudah sepatutnya perbuatant terpuji Saksri ini tidak sekadar kita puji, melainkan kita tiru dan praktikkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Luar biasa!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar