Laman

Rabu, 14 Maret 2012

FILOSOFI UANG

1. Uang tak pernah cukup memenuhi kebutuhan, maka harus dikejar terus

Anggapan ini salah karena pada dasarnya kita tidak pernah kekurangan uang jika kita mampu memanfaatkan dan mengelolanya dengan baik. Untuk mengelola uang agar mencukupi kebutuhan kita, kita perlu memiliki perencanaan bagaimana mencari dan menggunakan uang. Salah satu cara yang paling sederhana adalah menentukan lebih dulu berapa uang yang Anda perlukan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.

Setelah mengetahui seberapa besar kebutuhan kita, yang perlu kita lakukan tinggal mencari penghasilan. Di sini yang perlu kita pastikan bukan mencari penghasilan sebesar-besarnya, melainkan bagaimana kita memiliki kemampuan menghasilkan uang secara langgeng dan mampu memenuhi kebutuhan hidup kita.

2. Uang dapat memenuhi semua keinginan

Anggapan ini juga keliru. Tidak semua hal di dunia ini bisa dibeli dengan uang. Hal-hal seperti pertemanan tidak bisa didapatkan dengan uang. Kalaupun ada yang bisa memperoleh seorang teman, misalnya, karena faktor uang, hal itu hanya bersifat sementara dan artifisial.

Karena itu, uang bukanlah satu-satunya cara mencapai tujuan hidup kita. Dan jika kita belum mampu mendapat uang dalam jumlah tertentu, bukan berarti itu adalah akhir dari segalanya. Seberapa pun uang Anda, sebenarnya tetap cukup, sepanjang kita mau melakukan penyesuaian.

3. Untuk menjadi kaya harus berpendidikan tinggi

Mitos ini tidak seratus persen salah atau benar. Karena pada kenyataannya, ada juga beberapa orang yang tidak berpendidikan tinggi tapi bisa memiliki kekayaan yang besar. Sebaliknya, tidak sedikit pula orang yang berlatar pendidikan tinggi, tetapi hidup serba kekurangan. Yang sedikit perlu diluruskan di sini adalah bagaimana memanfaatkan pendidikan tinggi yang dimiliki untuk bekerja atau memilih pekerjaan sesuai dengan minat dan memberikan penghasilan memadai.

4. Dengan memiliki uang lebih banyak, kesempatan menabung akan lebih besar

Anggapan ini salah besar karena pada dasarnya kegiatan menabung tidak bergantung pada besarnya pendapatan, melainkan lebih pada kemauan kita untuk memulai kebiasaan menabung ini. Asal kemauan kita kuat, kita bisa memulainya dengan menyisihkan uang kita untuk menabung, dengan besaran mulai dari 1% dari pendapatan. Besarnya persenan ini bisa meningkat perlahan-lahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar